Dari Putus Asa Menjadi Syukur : Bantuan Kesehatan dari Saut Nathan Samosir Jadi Penyelamat Warga

Suasana Reses Masa Sidang I Tahun 2026 Hari Kedua di Kedai 99 Trisakti Banjarmasin. (Foto : Ist)

JURNALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Nanda Naibahu, warga RT 14 Belitung Selatan, sempat dilanda kebingungan dan keputusasaan. Anaknya didiagnosis menderita penyakit kelenjar getah bening yang cukup berat dan membutuhkan penanganan operasi segera.

Namun, niat untuk menyelamatkan sang anak terhalang biaya puluhan juta rupiah, sementara status kepesertaan BPJS Kesehatan miliknya menunggak dan tidak aktif, akibat kebangkrutan usaha warung makan saat pandemi Covid-19. Di tengah kebuntuan itu, secercah harapan datang.

Kisah Nanda ini berujung bahagia berkat program kepedulian yang digagas oleh Anggota DPRD Kota Banjarmasin Daerah Pemilihan Banjarmasin Barat Saut Nathan Samosir.

Rasa syukur dan ucapan terima kasih yang mendalam itu disampaikan Nanda secara langsung dalam acara penelaahan dan penyerapan aspirasi masyarakat (reses) masa sidang I tahun 2026 hari kedua, Jumat (03/04/2026), di Kedai 99 Trisakti, kawasan Yos Sudarso.

Nanda Naibahu, warga RT 14 Belitung Selatan

“Waktu itu kami bingung cari biayanya karena cukup mahal, lalu kami melapor melalui Ibu Risna (Timnya Bapak Samosir) untuk mengikuti program beliau,” cerita Nanda di hadapan para peserta reses.

Setelah laporannya ditindaklanjuti ke Dinas Sosial, Nanda mengaku sangat bersyukur, karena segala urusan rumah sakit sang anak akhirnya teratasi.

“Alhamdulillah kami sangat bersyukur, melewati beliau, Allah memberikan jalan. Saya merasa sangat terbantu,” tuturnya penuh haru.

Menurut Nanda, keberadaan program dan wadah penyerapan aspirasi seperti ini sangat membantu masyarakat menengah ke bawah untuk mencari jalan keluar, atas berbagai permasalahan hidup yang mereka hadapi.

Acara reses ini turut dihadiri oleh perwakilan warga dari Kelurahan Telaga Biru dan Belitung Selatan lainnya.

Untuk memastikan keluhan warga segera terjawab, acara ini juga mengundang berbagai perwakilan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) terkait, di antaranya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, pihak RSUD Sultan Suriansyah, serta perwakilan dari pihak kecamatan dan kelurahan.

Menanggapi persoalan jaminan kesehatan yang kerap menjerat warga seperti Nanda, Saut Nathan Samosir turut menyoroti sistem klasifikasi desil oleh kementerian.

Anggota DPRD Kota Banjarmasin, Saut Nathan Samosir

Samosir mengungkapkan bahwa warga yang masuk kategori desil enam, dengan penghasilan antara Rp1.300.000 hingga Rp1.800.000, saat ini tidak lagi dikaver BPJS oleh pemerintah.

Anggota Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan tersebut menilai kebijakan klasifikasi ini belum pas, karena penghasilan sebesar itu belum layak dikategorikan sebagai keluarga menengah yang sudah mapan.

Samosir berharap dinas terkait dapat mengusulkan peninjauan kembali atas klasifikasi desil satu hingga sepuluh agar lebih tepat sasaran.

Selain persoalan pelik di sektor kesehatan, reses hari kedua ini juga menampung berbagai keluhan seputar infrastruktur. Ia mencatat adanya laporan mengenai jalan yang tergenang di beberapa gang di wilayah Telaga Biru.

“Sudah jadi kolam, dan ikan bisa hidup membesar di dalamnya,” ungkap Samosir menceritakan kembali keluhan warga.

Sebagai bentuk tindak lanjut cepat, ia berniat langsung melakukan survei lapangan setelah reses. Sementara itu, untuk wilayah Belitung Selatan, ia membawa kabar baik, bahwa pembangunan jembatan di kawasan Zafry Zamzam rencananya direalisasikan tahun ini.

Seluruh aspirasi dan keluhan yang berhasil dihimpun dari warga, akan dibawa Samosir untuk dibahas lebih lanjut dalam rapat komisi terkait Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Wali Kota Banjarmasin tahun 2025.

Pembahasan LKPJ tersebut diharapkannya menjadi ruang strategis, karena akan dihadiri secara lengkap oleh para kepala SKPD beserta kepala bidang, guna merumuskan solusi konkret untuk masyarakat.

(Ian)