Lonjakan Kasus DBD dan Masalah Infrastruktur Mendominasi Reses Hari Ketiga Saut Nathan Samosir

Suasana Reses Masa Sidang I Tahun 2026 Anggota DPRD dari Fraksi PDIP Saut Nathan Samosir pada Hari Ketiga di Kedai 99 Trisakti, (Foto : Jurnalkalimantan)

JURNALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Banjarmasin Daerah Pemilihan Banjarmasin Barat Saut Nathan Samosir, kembali menggelar Reses Masa Sidang I Tahun 2026. Memasuki hari ketiga pada Sabtu (04/04/2026), kegiatan penelaahan dan penyerapan aspirasi masyarakat ini bertempat di Kedai 99 Trisakti, kawasan Yos Sudarso. Reses kali ini dihadiri oleh perwakilan warga dari Kelurahan Kuin Cerucuk dan Pelambuan.

Samosir mengungkapkan, bahwa pelaksanaan reses kali ini mencatat rekor dengan jumlah pertanyaan terbanyak dari warga. Terdapat kurang lebih sepuluh permasalahan utama yang disampaikan oleh masyarakat setempat.

“Masalah pertama adanya peningkatan kasus DBD di wilayah Kuin Cerucuk. Warga meminta untuk dilakukan sosialisasi kepada pihak Dinas Kesehatan ataupun dari pihak Puskesmas,” ujar Anggota Fraksi Partai Demokrasi Indonesia perjuangan tersebut kepada para awak media.

Keresahan terkait Demam Berdarah Dengue ini disampaikan oleh Rudi Zaiman, warga RT 20 Kelurahan Kuin Cerucuk, yang juga merupakan koordinator Juru Pemantau Jentik (Jumantik) di wilayah tersebut. Menurutnya, terdapat lonjakan kasus yang cukup mengkhawatirkan.

“Di tahun yang lalu sampai bulan April itu hanya 2, ini belum awal April sudah 7 yang kena DBD,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Rudi mengeluhkan minimnya fasilitas bagi para koordinator Jumantik, seperti ketiadaan seragam atau identitas yang jelas. Hal ini membuat edukasi ke masyarakat menjadi sulit, karena kerap diremehkan atau bahkan disangka sebagai peminta sumbangan. Ia juga menyoroti lambatnya penanganan fogging dari instansi terkait, karena harus menunggu syarat kenaikan trombosit dari hasil lab.

Selain isu kesehatan, warga juga mengeluhkan persoalan infrastruktur yang dinilai belum tuntas, mulai dari jalan yang hancur, tergenang, hingga tanah longsor. Salah satu keluhan spesifik datang dari warga Jalan Zafry Zamzam Gang Simpang Rahmat Blok Keluarga Enam terkait jalan dan siring yang longsor, dengan titik kerusakan bertambah dari tiga menjadi tujuh.

Warga juga meminta pengadaan cermin cembung, Penerangan Jalan Umum, dan polisi tidur kepada Dinas Perhubungan.

Menyikapi masalah jalan tergenang yang terus berulang, Samosir memberikan arahan tegas kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). Ia mendesak adanya sebuah masterplan terintegrasi untuk penanganan infrastruktur di Banjarmasin.

“Tidak asal ditinggikan, dibangun, dicor, atau diaspal, tapi ada satu masternya, sehingga jangan pembangunan yang satu menimbulkan genangan bagi yang lain,” tegas wakil rakyat tersebut.

Samosir turut mengingatkan, bahwa kondisi geografis Banjarmasin sebagai kota sungai yang mengalami pasang surut setiap hari mengharuskan pembangunan yang terintegrasi, agar tidak menimbulkan masalah baru di lokasi lain.

Anggota DPRD Kota Banjarmasin, Saut Nathan Samosir

Reses ini juga menyoroti beberapa permasalahan lain, seperti kurang lengkapnya peralatan Posyandu, perlunya kejelasan terkait puluhan ribu anggota BPJS Kesehatan yang dibatalkan oleh Dinas Sosial, serta tidak adanya tindak lanjut dari program pemilahan sampah.

Kegiatan reses yang direncanakan berlangsung empat hari berturut-turut ini, mengundang berbagai satuan kerja perangkat daerah terkait agar dapat mendengarkan aspirasi warga secara langsung.

Beberapa perwakilan yang hadir antara lain dari Dinas PUPR, Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, RSUD Sultan Suriansyah, serta pihak kecamatan dan kelurahan.

“Mudah-mudahan apa yang menjadi keluhan ini bisa diselesaikan oleh dinas yang terkait,” pungkas Samosir.

(Ian)