Belum Satu Tahun, Beberapa Titik Lampu Hias Desa Puntik Sudah Tidak Berfungsi Lagi

Terpantau salah satu lampu hias yang mati, Ahad (31/5/26). (Foto : Alibana)

JURNALKALIMANTAN.COM, BARITO KUALA – Sejumlah lampu hias yang dipasang Pemerintah Kabupaten Barito Kuala (Batola) melalui Dinas Lingkungan Hidup di Desa Puntik, Kecamatan Mandastana, mulai menjadi sorotan warga.

Pasalnya, beberapa titik lampu dilaporkan sudah tidak menyala meski usia pemasangan belum genap satu tahun. Program pemasangan lampu hias tersebut diketahui menggunakan anggaran sekitar Rp199 juta yang bersumber dari APBD Batola Tahun 2026.

Pantauan di lokasi pada Ahad (31/05), menunjukkan sebagian lampu hias dipasang menempel pada pohon sawit mati, bahkan sejumlah lampu tampak dalam kondisi mati total.

Seorang warga yang enggan disebutkan namanya, mengaku menyayangkan kondisi tersebut, karena proyek pemasangan lampu ini dinilai masih relatif baru.

“Lampu ini baru dipasang beberapa bulan lalu, sekarang sudah ada beberapa yang mati. Padahal belum sampai setahun dan sebelumnya masih tahap pemeliharaan. Kami berharap ada evaluasi dari dinas terkait,” ujarnya.

Menanggapi hal itu, Kepala DLH Abdi Maulana melalui Kepala Bidang Pengendalian dan Pemulihan Kerusakan Lingkungan, Fahri mengatakan, pemasangan lampu hias dilakukan pada sekitar 50 pohon di kawasan tersebut.

Menurutnya, proyek tersebut sebelumnya masih berada dalam masa pemeliharaan oleh pihak pelaksana.

“Proyek tersebut masih dalam perawatan, dan setiap kerusakan menjadi tanggung jawab pihak perusahaan yang bersangkutan selama tiga bulan. Masa pemeliharaan terakhir berakhir pada Juni,” jelas Fahri, Selasa (2/6).

Ia menambahkan, pemasangan lampu hias dilakukan sebagai upaya mempercantik kawasan Desa Puntik dan menambah nilai estetika lingkungan di wilayah tersebut.

Meski demikian, kondisi sejumlah lampu yang telah padam di usia pemasangan yang relatif singkat, akan menjadi bahan evaluasi pihaknya dan kontaktor.

(Alibana/Ahmad M)