Privy Bawa Isu Kepercayaan Digital di MatchCAP Singapura 2026

CEO dan Founder Privy, Marshall Pribadi

JURNALKALIMANTAN.COM, JAKARTA – Di tengah lanskap startup yang semakin selektif, perusahaan teknologi asal Indonesia, Privy, tampil membawa isu kepercayaan digital dalam forum MatchCAP Singapore 2026.

Forum yang difasilitasi Endeavor itu mempertemukan puluhan perusahaan bertumbuh tinggi dan investor global, sekaligus menjadi ruang bagi startup untuk menunjukkan arah bisnis yang lebih berkelanjutan.

CEO dan Founder Privy, Marshall Pribadi, menilai kepercayaan digital menjadi elemen krusial di tengah meningkatnya aktivitas ekonomi berbasis teknologi.

Menurutnya, pertumbuhan Privy—yang mencatat peningkatan pendapatan hingga 25 kali lipat serta lebih dari 71 juta pengguna terverifikasi—tidak lepas dari kebutuhan akan sistem identitas dan transaksi digital yang terpercaya.

“Kepercayaan menjadi fondasi utama dalam interaksi digital, terutama ketika semakin banyak proses bisnis bergantung pada identitas dan dokumen digital,” ujarnya.

Sejak berdiri pada 2016, Privy tidak hanya berfokus pada layanan tanda tangan elektronik, tetapi juga membangun ekosistem digital trust yang mencakup identitas, komunikasi, dan keaslian transaksi.

Dalam forum tersebut, Privy juga menyoroti pentingnya ketahanan bisnis di tengah dinamika teknologi. COO Privy, Nitin Mathur, menyebut fondasi kepercayaan menjadi kunci agar perusahaan mampu bertahan dan berkembang.

“Ketahanan bisnis tidak dibangun saat krisis terjadi, tetapi sejak awal melalui fondasi yang kuat,” katanya.

Ke depan, Privy menyiapkan pengembangan produk yang lebih adaptif, termasuk pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) untuk mendukung kebutuhan kepercayaan digital di berbagai sektor.

Partisipasi Privy dalam forum ini menjadi salah satu cerminan pergeseran peran startup Indonesia, dari sekadar penyedia teknologi menjadi bagian dari infrastruktur penting dalam ekonomi digital. (Viz)