JURNALKALIMANTAN.COM, MALANG – Guna mendorong peningkatan pelayanan kepada masyarakat, khususnya transportasi umum yang murah, aman dan nyaman, serta terintegrasi antar-kabupaten/kota di Provinsi Kalimatan Selatan, Komisi III DPRD Kalsel mendukung dilakukannya perluasan koridor dan penambahan armada bus bertenaga listrik.
Hal ini terungkap saat Komisi yang membidangi pembangunan dan infrastruktur tersebut bersama mitra kerja (Dinas Perhubungan), melakukan kunjungan kerja ke PT Bagong Dekaka Mandiri, Kabupaten Malang, Jawa Timur, belum lama tadi.
Ketua Komisi III Mustaqimah mengatakan, kunker ini selain untuk melihat dari dekat proses perakitan bus ‘tayo’, yang sekarang telah menjadi angkutan umum kebanggaan masyarakat Kalsel, juga dalam rangka menjajaki kemungkinan kerja sama pengadaan bus bertenaga listrik di masa depan.
“Harapan Komisi III ke depannya, PT Bagong bisa mengadakan bus listrik untuk mengurangi emisi, dan juga menghindari kelangkaan BBM jenis solar di Kalsel yang masih agak terkendala”, ungkapnya.
Selain itu, wakil rakyat dari Partai Nasdem ini juga mengapresiasi pelayanan yang diberikan PT Bagong, selaku penyediaan armada angkutan umum di Kalsel, khususnya layanan bus Trans Banjar Bakula, Banjarmasin, dan Banjarbaru yang dinilai cukup bagus.
Bahkan layanan transportasi publik berskema BTS _(buy the service)_ ini, berhasil meraih Penghargaan Pengelolaan Angkutan Perkotaan dari Menteri Perhubungan RI.
Budi Susilo, Direktur Utama PT Bagong, selain menyampaikan terima kasih dan penghargaan atas kunjungan Komisi III dan Dishub, juga menegaskan komitmennya untuk memberikan layanan terbaik kepada masyarakat Kalsel, terutama dalam penggunaan angkutan umum.
“Kami tentunya berharap keberlangsungan layanan kami yang ada di Kalsel ini jangan sampai terputus. Karena angkutan ini sudah bagus dan sangat menjadi andalan masyarakat,”, pintanya.
Kadishub M. Fitri Hernadi menambahkan, dari data yang ada, sampai dengan Mei Tahun 2026, sudah tercatat _loading factor_ Trans Banjar Bakula mencapai 87,77%. Artinya, masyarakat memang sudah sangat merasakan pelayanan ini, sehingga perlu adanya penambahan unit armada dan perluasan koridor.
“Sehingga dengan angkutan umum ini, masyarakat bisa semakin dimudahkan untuk melakukan aktivitas ekonomi dan kegiatan sehari hari,” ucapnya.
“Dengan BTS ini dan feeder-feedernya akan merubah mindset masyarakat, bahwa angkutan umum yang ada di Kalsel itu nyaman, aman, dan memiliki standar pelayanan,” pungkasnya. (YUN/ Achmad MT)













