JURNALKALIMANTAN.COM, JAKARTA – Bergulirnya Indonesia Women’s League (IWL) pada Oktober 2026 disambut optimistis oleh pelatih dan pemain sebagai titik awal baru bagi sepak bola putri Indonesia.
Kompetisi yang digagas PSSI itu akan mulai bergulir pada 17 Oktober 2026 dengan format pertandingan terpusat di Stadion Soemantri Brodjonegoro, Jakarta.
Pelatih sekaligus manajer Persikad Depok, Diego Tobing, menilai kehadiran IWL menjadi momentum penting untuk mengukur kualitas dan perkembangan pemain putri di Tanah Air.
“Kompetisi ini akan menjadi tolok ukur baru bagi kelayakan pemain putri potensial di masa depan,” ujarnya.
Ia juga menyoroti skema drafting yang memadukan pemain tim nasional dan non-tim nasional dalam satu klub sebagai langkah strategis untuk menciptakan persaingan sehat sekaligus mempercepat perkembangan pemain muda.
Dengan alokasi enam pemain tim nasional di setiap klub, proses transfer pengalaman antara pemain senior dan pemain muda diharapkan semakin optimal.
Pemain Dewa United, Safira Ika Putri, menyambut IWL sebagai wadah profesional yang selama ini dinantikan pesepak bola putri.
“Sekarang ada ruang yang lebih profesional untuk berkarier di dalam negeri, sehingga kami bisa berkembang dari sisi permainan dan skill,” katanya.
Menurut Safira, kehadiran liga juga berdampak pada kesiapan fisik pemain melalui ritme latihan dan pertandingan yang lebih terstruktur. Sistem kontrak pun dinilai sebagai awal jaminan karier di sepak bola profesional.
Sementara itu, pemain Bekasi FC, Zahra Musdalifa, mengaku antusias meski masih dalam pemulihan cedera.
“Meski baru enam klub dan memakai sistem centralized, ini lebih baik daripada tidak ada sama sekali. Ini membuat mimpi kami sebagai pemain profesional menjadi nyata,” ucap Zahra.
Ia menilai pemerataan pemain tim nasional ke setiap klub dapat mengurangi kesenjangan kekuatan antar tim, sekaligus membuka peluang bagi pemain non-tim nasional untuk menunjukkan kualitas.
Kehadiran IWL diharapkan menjadi langkah awal yang memperkuat fondasi kompetisi sepak bola putri nasional agar semakin kompetitif dan berkelanjutan ke depan. (Viz)













