JURNALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU — Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu mendorong peserta Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan V Tahun 2026 tidak sekadar menyelesaikan tahapan pelatihan, tetapi mampu menghasilkan aksi perubahan yang dapat diterapkan dalam penyelenggaraan pemerintahan.
Harapan tersebut disampaikan Bupati Tanah Bumbu Andi Rudi Latif melalui sambutan yang dibacakan Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Tanah Bumbu Rusdiansyah saat pembukaan PKA Angkatan V Tahun 2026 di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Kalimantan Selatan, Banjarbaru, Rabu (19/8/2026).
Bupati menilai PKA memiliki arti strategis dalam meningkatkan kapasitas pejabat administrator. Posisi tersebut dinilai penting karena menjadi penghubung dalam menerjemahkan kebijakan pimpinan ke dalam program dan kegiatan yang efektif, terarah, terukur, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Karena itu, peserta tidak hanya dituntut menguasai kemampuan manajerial. Mereka juga harus memiliki integritas, kemampuan komunikasi, kecakapan membangun koordinasi dan kolaborasi, serta kemampuan mengambil keputusan dan melahirkan inovasi.
Bupati juga mengingatkan bahwa jabatan merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Hal itu semakin penting di tengah meningkatnya tuntutan masyarakat terhadap pelayanan pemerintah yang cepat, mudah, transparan, responsif, dan berkualitas.
Untuk itu, seluruh peserta diminta mengikuti pelatihan dengan disiplin dan sungguh-sungguh. Proses pembelajaran juga diharapkan dimanfaatkan untuk mengidentifikasi persoalan di masing-masing unit kerja sekaligus merumuskan solusi yang dapat diterapkan.
Pada kesempatan tersebut, Bupati turut menyampaikan apresiasi kepada BPSDMD Provinsi Kalimantan Selatan atas fasilitasi dan dukungan dalam pelaksanaan pengembangan kompetensi aparatur daerah.
Sementara itu, Ketua Tim Aksi Percepatan Pembangunan Daerah (TAP2D) Kabupaten Tanah Bumbu, Prof. Dr. H. Murtir Jeddawi, S.H., S.Sos., M.Si., turut memberikan materi kepada peserta.
Materi tersebut mengangkat tema “BerAKSI Menuju Tanah Bumbu yang Maju, Makmur dan Beradab melalui Penguatan Sumber Daya Manusia dan Tata Kelola Pemanfaatan Sumber Daya Alam yang Berkelanjutan.”
Murtir Jeddawi memaparkan visi pembangunan Tanah Bumbu 2025–2029, yakni “BerAKSI Menuju Tanah Bumbu yang Maju, Makmur dan Beradab melalui Penguatan SDM dan Tata Kelola Pemanfaatan Sumber Daya Alam yang Berkelanjutan.”
Visi tersebut dijabarkan melalui sejumlah misi, antara lain peningkatan kualitas pendidikan dan pelatihan, penguatan pelayanan kesehatan, ketahanan pangan, pengembangan UMKM dan industri unggulan, pembangunan infrastruktur, pembangunan desa berkelanjutan, pelestarian budaya, serta penguatan tata kelola pemerintahan yang adaptif, melayani, dan akuntabel.
Dalam pemaparannya, Murtir juga menyoroti tantangan ASN dalam mewujudkan pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel.
ASN dituntut memiliki kompetensi, karakter, profesionalisme, dan integritas, sekaligus mampu menjalankan peran sebagai perekat Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Menurutnya, pembangunan daerah juga membutuhkan penguatan koordinasi antarpemangku kepentingan, ketersediaan infrastruktur, pemanfaatan sumber daya, iklim usaha yang kondusif, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
Ia turut menjelaskan pentingnya paradigma governance yang menempatkan pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat sebagai bagian dari proses pembangunan. Kolaborasi ketiganya perlu diperkuat melalui prinsip transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi.
Arah tersebut sejalan dengan tujuan RPJMD Tanah Bumbu 2025–2029, antara lain mewujudkan tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik berbasis digital, meningkatkan kualitas SDM, pemerataan infrastruktur, memperkuat kemandirian desa, meningkatkan ketangguhan terhadap bencana dan perubahan iklim, serta mendorong perekonomian daerah yang inklusif dan berkelanjutan.
PKA Angkatan V Tahun 2026 diikuti 38 pejabat administrator atau pejabat struktural eselon III di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu.
Melalui pelatihan tersebut, para pejabat administrator diharapkan mampu membawa gagasan dan inovasi dari ruang pembelajaran ke lingkungan kerja, sehingga berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.
(Adv/Mc Tanbu)













