JURNALKALIMANTAN.COM, JAKARTA – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, dilaporkan telah mencapai sekitar 450 titik berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.
Anggota Komisi XIII DPR RI, Pangeran Khairul Saleh, meminta pemerintah memperkuat dukungan peralatan bagi relawan yang setiap hari turun ke lapangan melakukan pemadaman.
Ia menyebut tingginya kejadian karhutla di Kabupaten Banjar belum diimbangi dengan dukungan sarana yang memadai. Hal itu ia sampaikan berdasarkan laporan relawan Bumi Rescue 690 dan sejumlah tim di lapangan.
“Data dari BPBD Kabupaten Banjar hingga saat ini mencapai 450 titik kebakaran,” ujarnya dikutip dari Parlementaria.
Menurutnya, Kabupaten Banjar menjadi wilayah dengan jumlah kejadian tertinggi di Kalimantan Selatan, namun belum mendapatkan dukungan bantuan yang optimal bagi relawan.
Ia juga menyoroti minimnya peralatan yang digunakan relawan di lapangan, bahkan sebagian kebutuhan logistik sehari-hari disebut masih bergantung pada bantuan masyarakat sekitar lokasi kejadian.
Pangeran menegaskan penanganan karhutla tidak bisa dilakukan secara parsial dan harus melibatkan pemerintah pusat, daerah, relawan, serta masyarakat secara terpadu, termasuk pemenuhan kebutuhan peralatan pemadaman.
Ia juga meminta pemerintah pusat memberi perhatian lebih serius terhadap kondisi di Kabupaten Banjar, serta berharap Presiden Prabowo Subianto dapat mendengar langsung aspirasi masyarakat terdampak.(YUN/Viz)













