Banjir Kalsel : Dua Sosok ‘Alarm Banua’ untuk Istana Negara

Banjir Kalsel

Banjir dahsyat yang melanda 11 Kabupaten/Kota di Provinsi Kalimantan Selatan, diakui sebagai banjir terparah sejak 50 tahun terakhir. Luasnya area terdampak banjir dan keterbatasan personil serta alat, menyebabkan penanganan banjir terkesan tidak merata.

Ditambah sulitnya akses ke beberapa wilayah terdampak, bahkan ada beberapa wilayah yang aksesnya terputus akibat banjir. Kerja keras Pemkab/Kota dan Pemprov yang langsung turun ke beberapa titik Banjir, menyisakan teriakan di titik-titik lain yang juga memerlukan bantuan di saat yang bersamaan.

Tanpa menunggu komando, para relawan dari berbagai komunitas dan profesi merasa terpanggil untuk melakukan aksi kemanusiaan dan meringankan tugas pemerintah. Akan tetapi, luasnya area terdampak, putusnya beberapa jembatan, longsornya tanah dan jalanan serta panjangnya durasi banjir hingga berhari-hari, menyebabkan semakin banyak kerusakan dan logistik bantuan semakin menipis.

Musibah dengan skala seperti ini, bukan lagi kapasitas Pemkab atau Pemprov, Pemerintah Pusat harus HADIR dan menjadikan penanganan musibah di Kalsel sebagai PRIORITAS.

Kehadiran Pemerintah Pusat ke bumi Lambung Mangkurat melalui tahapan yang cukup dramatis, bermula dari jeritan-jeritan warga terdampak Banjir di media sosial, hingga ucapan belasungkawa dari Presiden yang tidak mencantumkan musibah di Kalsel, seakan ada anak tangga informasi yang terputus. Beruntung, Kalsel mempunyai dua figur muda yang sama-sama mempunyai akses ke pemerintah pusat dengan pola komunikasi politik yang cukup kontras. Kedua tokoh tersebut adalah Habib Abdurrahman Bahasyim “Habib Banua” dan Rifqi Nizami Karsayuda.

Habib Abdurrahman Bahasyim atau yang lebih dikenal dengan julukan “Habib Banua” merupakan Anggota DPD RI, yang dengan lantangnya di beberapa kesempatan menantang Mensos RI blusukan ke Kalimantan Selatan (Kalsel), untuk melihat kondisi banjir, tak lama berselang Habib Banua kembali menantang Presiden Jokowi untuk datang ke Kalsel dan menuntaskan permasalahan bencana banjir yang melanda di Kalimantan selatan.

Banjir Kalsel
Habib Abdurrahman Bahasyim, Anggota DPD RI Utusan Kalsel. (foto:apahabar.com)

Di waktu yang bersamaan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia Dapil Kalsel, Rifqinizami Karsayuda beberapa kali menampilkan ‘kemesraannya’ dengan Eksekutif Pusat, seperti pada perbaikan jembatan Matraman, hingga Capture riwayat percakapan via ponsel pintarnya dengan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, untuk datang ke kalsel guna melihat fasilitas Umum maupun Infrastruktur jalan-jalan yang rusak, untuk dibangun kembali.

Banjir Kalsel
M. Rifqynizami Karsayuda, Anggota DPR RI Dapil Kalsel | Istimewa

Melihat 2 tokoh ini menampilkan komunikasi politiknya kepada pemerintah Pusat, saya beranggapan bahwa sosok politik seperti ini sangat penting dimiliki oleh orang-orang di Kalimantan selatan, terutama pada ranah nasional agar keberpihakan pemerintah pusat lebih optimal terhadap kemajuan Kalimantan Selatan.

Karena menurut hemat saya dalam bernegosiasi itu ada daya tawar yang harus diberikan serta trik – trik tertentu baik dengan mengetuk pintu dan menyapa hangat, ataupun dengan menggedor pintu istana negara seperti yang telah ditunjukkan oleh Habib Banua dan Rifqi Nizami Karsayuda. Satu mendorong dari belakang dan yang satu menarik dari depan, walhasil Kalsel akhirnya mendapatkan beberapa prioritas dalam kebijakan pemerintah pusat.

Melihat sepak terjang mereka di kancah perpolitikan nasional saya berpendapat mereka adalah Aset Banua yang harus dijaga kiprahnya di dunia pemerintahan ataupun perpolitikan nasional. Bukan hal mustahil jika kelak ada elit politik yang tertarik untuk ‘menikahkan’ kedua tokoh ini menjadi 1 pasangan di Banua.

Kini, bantuan dari pemerintah pusat sudah berdatangan, berbagai kerusakan sudah mulai ada perbaikan, beberapa akses yang terputus sudah bisa dilewati. Apresiasi saya kepada seluruh relawan, TNI/POLRI.

Kepada kedua tokoh banua ini pun saya tetap berharap agar setelah bencana ini selesai dipulihkan, jangan lupa pula untuk membantu menyelesaikan hulu dari masalah banjir ini, entah apapun penyebabnya sehingga membuat banua terluka.

Stay Strong Banuaku.

Penulis : Indra Lukmana – Ketua Umum HMI Cabang Banjarbaru Periode 2015-2016




Isi Tulisan Sepenuhnya tanggung Jawab Pengirim