BATAMAD Tuntut PN Pulang Pisau Bebaskan Dua Terdakwa Pembunuhan Pencuri

Suasana unjuk rasa batamad di pengadilan negeri pulang pisau

JURNALKALIMANTAN.COM, PULANG PISAU – Ratusan anggota pasukan Barisan Pertahanan Masyarakat Adat Dayak (Batamad) gelar demo terkait persidangan terhadap Andi Bakri dan Simpo, Rabu (12/06), di halaman Gedung Pengadilan Negeri Kabupaten Pulang Pisau.

Andi Bakri merupakan anggota pasukan Batamad dan Simpo merupakan masyarakat adat Dayak yang dipidanakan dengan tuduhan menghilangkan nyawa pelaku pencurian.

Pada kesempatan tersebut Ketua Batamad Kabupaten Pulang Pisau, Andrianto, melalui Sekretaris, Rahmat. A, yang juga selaku penanggung jawab lapangan dalam aksi tersebut mengatakan bahwa pihaknya menggelar aksi damai menuntut keadilan bagi dua orang tersebut.

Ia melanjutkan, berdasarkan hasil dari investigasi Tim Hukum Batamad, bersama Kedamangan Kahayan Hilir pada 4 April 2024, disimpulkan bahwa korban yang meninggal dunia sudah beberapa kali terbukti melakukan pencurian.

“Dan kami menyimpulkan telah terjadi beberapa kali aksi pencurian di wilayah tempat kejadian perkara yaitu pada tanggal 1 dan 8 Februari 2024, dan sudah dilaporkan ke pihak yang berwajib tapi pelaku belum bisa ditangkap, dan terakhir pada 4 Maret 2024 dengan modus yang dilakukan sama,” ucapnya.

Ia menambahkan, bahwa pada saat kejadian di tanggal 04 April 2024, dua terdakwa yang merupakan saudara kandung sudah menjalankan tugas dan fungsinya sebagai anggota Batamad.

Perlawanan terjadi karena pelaku pencurian tersebut tidak mau menyerahkan diri dan menggunakan senjata tajam.

“Dalam aksi ini kami meminta dengan hormat kepada Jaksa Penuntut Umum maupun hakim yang memimpin sidang, untuk melaksanakan sidang terbuka untuk umum, memberikan akses seluas-luasnya kepada masyarakat maupun anggota Batamad untuk dapat mengikuti jalannya persidangan, dan menjatuhkan vonis bebas kepada saudara Andi Bakri dan Simpo,” tegasnya. (Ded/Viz)