JURNALKALIMANTAN.COM, BARITO KUALA – Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura (Distanhorti) Kabupaten Barito Kuala, mempromosikan berbagai komoditas unggulan daerah pada ajang Nusa Hortikultura 2026, yang digelar di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, pada 11-14 Juni 2026.
Keikutsertaan Kabupaten Barito Kuala dalam pameran berskala nasional tersebut berdasarkan undangan Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian RI melalui surat Nomor B-630/HM.150/D.6/06/2026.
Kegiatan ini diselenggarakan Direktorat Hilirisasi Hasil Hortikultura dan diikuti pemerintah provinsi serta kabupaten/kota dari seluruh Indonesia.
Kepala Distanhorti Barito Kuala, Dr. Wahyu Waguna, S.AP., M.S., melalui Kepala Bidang Hortikultura, Miliyarto, S.Pt., mengatakan partisipasi dalam pameran tersebut dimanfaatkan untuk memperkenalkan komoditas hortikultura unggulan daerah sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas.
“Di pameran ini Batola membawa Jeruk Siam Banjar yang merupakan komoditas unggulan daerah. Batola juga menjadi penyumbang produksi jeruk terbesar di Kalimantan Selatan. Selain itu kami menampilkan Nanas Tamban beserta berbagai produk olahannya seperti manisan nanas, jelly nanas, jamur tiram crispy, dan stik jamur tiram,” ujarnya melalui keterangan resmi, Kamis (18/6).
Menurut Miliyarto, ajang Nusa Hortikultura menjadi sarana strategis untuk memperkenalkan potensi pertanian Barito Kuala kepada pelaku usaha, investor, dan masyarakat luas.
Ia mengungkapkan antusiasme pengunjung cukup tinggi terhadap produk-produk yang dipamerkan. Sejumlah pengunjung bahkan menunjukkan ketertarikan untuk menjalin kerja sama dengan kelompok tani maupun pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Barito Kuala.
“Pengunjung sangat antusias dan tertarik saat dikenalkan produk hortikultura Batola. Bagi yang berminat bekerja sama dengan kelompok tani atau UMKM, kami memberikan informasi kontak agar dapat berkomunikasi langsung,” jelasnya.
Ke depan, Distanhorti Barito Kuala berharap semakin banyak produk unggulan daerah yang dapat ditampilkan pada pameran serupa. Selain itu, pelaku usaha lokal juga diharapkan dapat terlibat langsung sehingga peluang pemasaran dan investasi semakin terbuka.
Salah satu target yang ingin dicapai adalah menarik minat investor untuk membangun industri pengolahan hasil pertanian di Barito Kuala, khususnya komoditas jeruk yang memiliki potensi besar.
“Harapan kami ada investor atau pengusaha yang berminat membangun industri pengolahan buah jeruk di Batola. Potensinya sangat besar karena Batola merupakan daerah penyumbang produksi jeruk terbesar di Kalimantan Selatan,” pungkasnya.
(Rls/Ang)













