Dari Keluarga Sederhana ke Kafilah Andalan, Ahmad Fauzan Siap Berlaga di MTQ Kalsel 2026

Ahmad Fauzan, seorang Kafilah MTQ Kalsel tahun 2026 Kota Banjarbaru. (Foto : Ist)

JURNALKALIMANTAN.COM, BARITO KUALA – Menjadi kafilah andalan dalam ajang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) bukanlah sesuatu yang diraih secara instan. Dibutuhkan ketekunan, konsistensi, dan kecintaan terhadap Al-Quran yang terus dipupuk sejak usia dini.

Hal itu tercermin dari perjalanan hidup Ahmad Fauzan, S.Pd.I., seorang pengajar Al-Quran asal Banjarbaru yang hingga kini tetap aktif mengabdikan ilmunya kepada masyarakat.

Di usia 38 tahun, ia dikenal sebagai pengajar swasta dan guru privat yang fokus membina kemampuan membaca dan menghafal Al-Quran. Meski bukan tenaga pendidik tetap di sekolah negeri maupun instansi pemerintah, ia tetap konsisten mengajar di berbagai tempat.

Selain mengajar secara privat dari rumah ke rumah, Fauzan juga aktif mengajar di SMP Sabilal Muhtadin, Yayasan TPQ Baburrahman di Landasan Ulin, Banjarbaru, serta di sebuah yayasan di kawasan Jalan Tambun, Banjarmasin, yang dilaksanakan secara rutin setiap pekan.

Sesuai bidang keahliannya, Fauzan mengajarkan tiga cabang utama, yakni seni tartil, seni tilawah, dan seni tahfiz Al-Quran.

“Alhamdulillah, saya sudah lama berkecimpung di dunia tahfiz, tilawah, dan tartil. Ilmu dan pengalaman ini ingin saya salurkan kepada generasi mendatang, agar semakin banyak anak muda yang mencintai dan mampu membaca Al-Quran dengan baik dan benar,” ujarnya.

Fauzan merupakan anak pertama dari tiga bersaudara yang tumbuh dalam keluarga sederhana. Kondisi ekonomi keluarga tidak menjadi hambatan baginya untuk terus mendalami Al-Quran dan mengembangkan kemampuan di bidang tilawah.

Ia mulai aktif mengikuti MTQ sejak tahun 1999. Selama lebih dari dua dekade, Fauzan rutin mengikuti berbagai perlombaan, mulai dari tingkat anak-anak, remaja hingga dewasa.

Dalam perjalanannya, ia merasakan berbagai pengalaman, baik saat meraih prestasi maupun ketika harus menerima hasil yang belum sesuai harapan.

Pada MTQ kali ini, Fauzan dipercaya mewakili Kota Banjarbaru pada MTQ XXXVII Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2026 di Kabupaten Barito Kuala.

Ia akan mengikuti dua cabang lomba tingkat dewasa, yakni Tilawah Dewasa dan Qira’at Dewasa. Menurutnya, terdapat perbedaan mendasar antara kedua cabang tersebut.

“Bacaan sehari-hari umumnya menggunakan riwayat Imam Asim riwayat Hafs. Sedangkan pada cabang Qira’at, peserta diminta membaca dengan riwayat lain yang sudah ditentukan panitia atau dewan hakim,” jelasnya.

Untuk dapat menjadi kafilah daerah, Fauzan harus melalui proses seleksi berjenjang mulai dari tingkat kecamatan, kabupaten/kota, hingga akhirnya terpilih mewakili daerah pada tingkat provinsi.

Sejumlah prestasi juga pernah diraihnya selama mengikuti MTQ. Di tingkat provinsi, ia berhasil meraih Juara I Tilawah 5 Juz mewakili Kota Banjarbaru.

Sementara di tingkat nasional, Fauzan meraih Juara III cabang Tilawah 5 Juz pada tahun 2009 saat mewakili Kalimantan Selatan dalam ajang yang digelar di Pondok Gede, Jakarta.

Meski telah berpengalaman mengikuti berbagai kompetisi, Fauzan mengakui masih terdapat tantangan yang sering dihadapi peserta selama pelaksanaan MTQ, salah satunya faktor cuaca.

Karena itu, ia mengingatkan seluruh pihak yang terlibat untuk menjaga kondisi fisik selama pelaksanaan kegiatan.

“Mari jaga kesehatan dan persiapkan diri dengan baik, baik itu peserta, panitia, ofisial, maupun pendamping, agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar,” pesannya.

Dengan persiapan yang telah dilakukan, Fauzan mengaku optimistis dan siap memberikan penampilan terbaik pada MTQ kali ini.

(Alibana/Ahmad M)