Direktorat Intelkam Polda Kalsel : Stop Penyetruman Dalam Mencari Ikan

Stop setrum Ikan
Direktorat Intelkam Polda Kalsel melaksanakan Silaturahmi dan Diskusi Kamtibmas di jalan Pahlawan Rt. 004 Rw.002 Desa Paharangan Kecamatan Daha Utara ,Kabupaten Hulu Sungai Selatan.

JURNALKALIMANTAN.COM, HULU SUNGAI SELATAN – Guna menghindari terjadinya konflik antar masyarakat dalam kegiatan mencari ikan di wilayah perairan di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) , Direktorat Intelkam Polda Kalsel melaksanakan kegiatan Silaturahmi dan Diskusi Kamtibmas di jalan Pahlawan Rt. 004 Rw.002 Desa Paharangan Kecamatan Daha Utara, Kabupaten HSS.

Silaturahmi dan Diskusi Kamtibmas tersebut mengambil tema ” Stop Penyetruman, Stop Kekerasan, Rakat Mufakat menuju masyarakat damai dan makmur.

” Maksud kedatangan kami kemari yang pertama yaitu Silaturahmi dengan masyarakat desa Paharangan dan untuk membangun kerjasama dan partisipasi masyarakat untuk bersama-sama menjaga Situasi Kamtibmas di Wilayah Kab. HSS,” ucap Kanit 2 Subdit Kamneg Polda Kalsel Muhammat Sukar , S. AP., M.M , Kamis (31/3/2022).

Ia juga menjelaskan dengan kondisi Geografis di Wilayah Daha yang kebanyakan masyarakat merupakan Nelayan, pihaknya berpesan agar dalam mencari ikan menggunakan alat tradisional dan tidak menggunakan jalan pintas yaitu dengan menyetrum karena akan sangat berpengaruh merusak ekosistem ikan di wilayah itu.

“Setelah kegiatan ini masyarakat Daha tidak lagi melakukan illegal Fishing sehingga Nelayan mencari ikan dengan alat tradisional bisa berjalan dengan aman lancar, tertib dan terkendali”, harapannya.

Sementara itu, Kabid Pengendalian Sumber Daya Perikanan dari dinas perikanan Kabupaten HSS, Ahmad Fatmadiansyah menjelaskan tupoksi dari Dinas Perikanan yaitu meningkatkan produksi perikanan dengan budidaya dan tangkap.

Sedangkan untuk wilayah daha ini potensi produksi perikanan dengan cara tangkap sehingga perlu dijaga dari segi kelestarian dan jumlahnya.

Namun hingga saat ini menurutnya ada sebagian masyarakat yang menangkap ikan dengan  alat yang dilarang oleh Undang-undang yaitu setrum yang mengakibatkan akan menurunkan produksi ikan.

“Kami dari dinas perikanan selalu mendorong masyarakat untuk melestarikan dan menjaga produksi ikan di Kabupaten Hulu Sungai Selatan,” jelas Ahmad Fatmadiansyah.

Dijabarkannya, saat ini Jumlah Prinsip Pembentukan Kelompok Masyarakat Pengawas atau Pokmaswas di HSS berjumlah 33 , namun yang aktif berjumlah 13, dan terus dibina oleh Dinas Perikanan Kabupaten HSS.

Anggota Komisi II DPRD Kab. HSS , Yoga Lesmana menyatakan hampir 70% warga di Daha ini diwaktu musim penghujan pekerjaan utama masyarakatnya sebagai Nelayan.

Menurutnya, mencari ikan dengan alat setrum ini bukan  hanya membahayakan alam namun juga membahayakan manusia itu sendiri. Akibat illegal Fishing ini dapat mengurangi populasi ikan.

“Solusinya adalah dengan lebih memperbanyak edukasi dan sosialisasi serta dari Dinas Perikanan lebih menyediakan sarana dan prasana alat menangkap ikan secara tradisional untuk membantu masyarakat di Daerah Daha dalam mencari ikan,”pungkasnya.

(Yunn)