Festival Tunas Bahasa Ibu Tingkat Kecamatan di HST Lestarikan Bahasa Daerah

JURNALKALIMANTAN.COM, HULU SUNGAI TENGAH – Jadikan kelestarian bahasa daerah sebagai atensi, Pemerintah kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) melalui Dinas Pendidikan gelar Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Tingkat Kecamatan di Labuan Amas Selatan tepatnya di SDN 2 Bangkal, Senin (27/7/2026). Kegiatan ini menjadi wadah bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan berbahasa daerah sekaligus memperkuat upaya pelestarian bahasa ibu sejak usia sekolah.

Festival yang diikuti siswa dari berbagai sekolah dasar di Kecamatan Labuan Amas Selatan tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga sarana pelatihan karakter, peningkatan kepercayaan diri, serta pengembangan potensi peserta didik agar mampu bersaing hingga tingkat kabupaten, provinsi, bahkan nasional.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Salihin, mengatakan FTBI merupakan momentum penting bagi sekolah untuk memberikan pelatihan terbaik kepada peserta didik sesuai bakat dan kemampuan masing-masing.

“Melalui kegiatan ini, tujuan utamanya bukan sekedar mencari siapa yang menjadi juara, tetapi bagaimana sekolah mampu memberikan bimbingan terbaik agar setiap siswa dapat menampilkan kemampuan yang dimilikinya secara maksimal,” katanya

Menurutnya, festival ini juga menjadi bagian dari program pelatihan sekolah dalam mempersiapkan siswa menghadapi berbagai ajang kompetisi di tingkat kecamatan, kabupaten hingga nasional. Dengan pembinaan yang berkelanjutan, diharapkan akan lahir banyak generasi berprestasi yang tetap melestarikan dan melestarikan bahasa daerah.

Ia juga mengajak seluruh kepala sekolah dan guru untuk terus mengembangkan potensi peserta didik melalui berbagai kegiatan positif. Dukungan dan arahan yang tepat, menurutnya, menjadi kunci agar siswa tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri, kreatif, dan berprestasi.

“Kepala sekolah dan guru diharapkan terus mempersiapkan peserta didik melalui program-program pelatihan sehingga mereka memiliki kesempatan untuk berprestasi di berbagai tingkatan,” harapnya.

Melalui penyelenggaraan Festival Tunas Bahasa Ibu di Kecamatan Labuan Amas Selatan, diharapkan pelestarian bahasa daerah dapat berjalan seiring dengan peningkatan kualitas pendidikan. Selain menjaga warisan budaya, kegiatan ini juga menjadi sarana membentuk generasi muda yang berkarakter, berprestasi, dan bangga menggunakan bahasa ibu sebagai bagian dari identitas daerah.

(Rz)