Belasan Atlet Tak Naik Kelas, Bang Dhin Minta Evaluasi KKO

Anggota komisi IV DPRD Kalsel, Muhammad Syaripudin

JURNALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Anggota Komisi IV DPRD Kalimantan Selatan, H.M. Syaripuddin atau Bang Dhin, menyoroti persoalan belasan siswa atlet Kelas Khusus Olahraga (KKO) SMAN 2 Banjarmasin yang tidak naik kelas hingga sebagian memilih pindah sekolah.

Menurutnya, persoalan tersebut tidak hanya menyangkut administrasi pendidikan, tetapi juga pembinaan atlet pelajar yang menjadi aset daerah.

“Prestasi akademik harus dijaga, tetapi pembinaan atlet pelajar juga menjadi tanggung jawab pemerintah. Persoalan ini perlu diselesaikan secara menyeluruh,” ujar Syaripuddin kepada jurnalkalimantan.com, Rabu (22/7/2026).

Politisi PDI Perjuangan itu menilai penerapan standar akademik perlu diimbangi dengan sistem pembelajaran yang menyesuaikan kebutuhan siswa atlet. Sebab, mereka harus menjalani pemusatan latihan dan mengikuti kejuaraan di berbagai tingkat.

“Bukan menurunkan standar pendidikan, tetapi menyediakan pendampingan akademik agar siswa tetap bisa belajar tanpa mengabaikan tugas sebagai atlet,” katanya.

Komisi IV DPRD Kalsel, lanjutnya, meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penyelenggaraan KKO di SMA.

Evaluasi itu mencakup efektivitas sistem pembelajaran, mekanisme remedial, penyesuaian jadwal bagi atlet yang mengikuti kejuaraan, serta koordinasi antara sekolah, Dinas Kepemudaan dan Olahraga, KONI, pengurus cabang olahraga, pelatih, dan orang tua.

Selain itu, Komisi IV juga akan meminta penjelasan dari Dinas Pendidikan, pihak sekolah, dan seluruh pemangku kepentingan agar persoalan tersebut dapat dikaji berdasarkan data dan fakta.

“Kami ingin memastikan siswa tidak dirugikan, sementara mutu pendidikan tetap terjaga. Yang dibutuhkan adalah sistem yang adil, transparan, dan akuntabel,” ujarnya.

Bang Dhin juga mendorong Pemerintah Provinsi Kalsel menyusun pedoman yang lebih komprehensif mengenai pengelolaan KKO, mulai dari pembinaan akademik, evaluasi pembelajaran, mekanisme dispensasi saat mengikuti kejuaraan, hingga pendampingan bagi atlet pelajar.

“Prestasi olahraga dan akademik harus berjalan beriringan agar lahir generasi Banua yang berprestasi di kedua bidang,”pungkasnya. (YUN)