JURNALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin, yang diwakili Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Syarifuddin, menghadiri peresmian revitalisasi Gudang Perum Bulog, sekaligus peninjauan stok beras di Kompleks Pergudangan Perum Bulog Landasan Ulin, Banjarbaru, Jumat (3/7/2026).
Peresmian dilakukan bersamaan dengan Kunjungan Kerja Spesifik Komisi IV DPR RI Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025–2026 ke Kalimantan Selatan.
Ketua Komisi IV DPR RI, Titiek Soeharto, meresmikan gudang tersebut dengan pemotongan pita dan penandatanganan prasasti, didampingi Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Panggah Susanto dan Abdul Kharis Almasyhari.
Turut hadir Direktur Utama Perum Bulog Letjen TNI (Purn.) Ahmad Rizal Ramdhani, Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin, Kapolda Kalimantan Selatan Irjen Pol. Rosyanto Yudha Hermawan, anggota Komisi IV DPR RI, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kalsel Syamsir Rahman, Kepala Dinas Peternakan Kalsel Suparmi, serta sejumlah pejabat terkait.
Usai kegiatan, Sekdaprov Kalsel Muhammad Syarifuddin mengatakan revitalisasi gudang Bulog menjadi langkah strategis dalam memperkuat sistem logistik pangan nasional, menjaga cadangan pangan pemerintah, sekaligus mendukung program swasembada pangan.

Menurutnya, Kalimantan Selatan saat ini mampu menghasilkan surplus beras hingga sekitar 1,3 juta ton sehingga menjadi salah satu daerah penyangga pangan utama di Pulau Kalimantan.
“Daya tampung dan ketersediaan beras Kalsel telah memberikan surplus hingga mencapai 1,3 juta ton. Ini menjadikan Kalsel sebagai daerah penyangga utama di Pulau Kalimantan. Dengan keberadaan gudang ini, hasil panen petani dapat tersimpan dengan baik sehingga semakin mendukung swasembada beras,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto menyampaikan revitalisasi ini merupakan bagian dari upaya memperkuat logistik pangan nasional, melalui peningkatan kapasitas penyimpanan dan penyerapan hasil panen petani.
Menurutnya, penguatan infrastruktur logistik menjadi fondasi penting dalam mewujudkan swasembada pangan nasional.
“Peresmian gudang ini merupakan wujud nyata penguatan infrastruktur logistik pangan sebagai fondasi keberhasilan agenda swasembada pangan nasional,” katanya.
Titiek menambahkan, peningkatan kapasitas penyimpanan akan memperkuat cadangan beras pemerintah, menjaga stabilitas pasokan dan harga, serta memastikan hasil produksi petani terserap secara optimal.
Ia menilai Kalimantan Selatan sebagai salah satu lumbung pangan di Pulau Kalimantan memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan nasional dan kemandirian pangan Indonesia.
Komisi IV DPR RI, lanjutnya, akan terus mendukung program-program Perum Bulog yang berdampak langsung bagi petani, termasuk apabila diperlukan tambahan anggaran untuk pembangunan Rice Milling Unit di Kalimantan Selatan.
“Semoga gudang ini memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi kesejahteraan petani, penguatan ketahanan pangan daerah, serta mendukung terwujudnya swasembada pangan yang menjadi prioritas pembangunan nasional,” tuturnya.
Selain meresmikan gudang, rombongan Komisi IV DPR RI juga menyerahkan bantuan sosial berupa paket sembako, perlengkapan sekolah bagi siswa, serta mesin pemotong rumput untuk rumah ibadah.
Melalui kunjungan tersebut diharapkan berbagai masukan dan hasil peninjauan lapangan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan nasional yang lebih efektif, adaptif, serta berpihak pada kesejahteraan masyarakat dan penguatan ketahanan pangan nasional.
(Adv/Adpim)













