Implementasi Transformasi Perpustakaan, Dispersip Kalsel Panen Sayur

Praktisi pertanian Nove (Kiri) dan Edy saat memanen sayur

JURNALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Provinsi Kalimantan Selatan kembali memanen sayur hidroponik, yakni selada green rafid, yang ditanam oleh para pegawai di lingkungan perpustakaan, Jalan Jenderal A. Yani Kilometer 6.

Pemetikan dilakukan oleh Staf Edy dan Nove, yang menjelaskan, bahwa sistem hidroponik yang digunakan adalah dengan pipa paralon, yang instalasinya memakai listrik.

“Sehingga larutan nutrisi pada hidroponik terus mengalir. Namun, kami juga menggunakan media stirofoam bekas untuk model hidroponik skala rumah tangga, yang kami tanami sayuran pakcoy atau sering dikenal sebagai sawi daging,” ungkap Nove yang juga merupakan praktisi pertanian.

“Hidroponik memang ada 2 sistem, yakni larutan alir dan larutan statis, keduanya  memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing,” tambah Nove.

Setelah panen, pihaknya juga langsung menanam bayam merah, karena telah menyiapkan semaiannya.

“Jadi, sayuran hidroponiknya selalu ada dengan sayuran yang beragam. Selain dengan hidroponik, kami juga akan menanam kangkung organik, yang kami tanam di botol air mineral bekas yang dibawakan Bunda Nunung (sebutan akrab Kepala Dispersip Kalsel),” tutur Edy.

Sementara itu, Kepala Dispersip Kalsel Hj. Nurliani Dardie menyampaikan, budi daya ini merupakan implementasi Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial, agar para pengelola Perpustakaan Palnam tidak hanya pandai berteori, namun juga praktik.

“Ini semata-mata untuk memberikan contoh kepada para pemustaka, agar memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam memanfaatkan pekarangan untuk sumber pangan keluarga. Ini bisa juga menjadi alternatif untuk pengendalian inflasi,” ungkapnya melalui siaran pers Dispersip Kalsel.

Ditambahkannya, hasil panen ini dibagi kepada para karyawan, guna memicu semangat dan menularkan budaya berkebun di rumah.

Editor : Achmad MT