Jalan Jejangkit Dibenahi, Warga Kini Punya Jalur Alternatif Cepat ke Martapura Tanpa Takut Banjir

Pantauan lapangan perbaikan Jalan Jejangkit. (Foto: Ali)

JURNALKALIMANTAN.COM, BARITO KUALA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mempercepat pengerjaan rehabilitasi Jalan Jejangkit sepanjang 1,3 kilometer, guna mengatasi banjir musiman sekaligus membuka akses lebih cepat menuju Kabupaten Banjar.

Proyek senilai Rp14,35 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kalsel Tahun 2026 itu, kini tengah berlangsung di Kabupaten Barito Kuala.

Berdasarkan papan informasi proyek di lokasi, pekerjaan mulai dilakukan pada 16 Maret 2026, dengan masa pelaksanaan 210 hari kalender oleh CV Oktavianca, dengan pengawasan konsultan supervisi CV Arsa Delapan, berdasarkan kontrak Nomor 600.1.1/961/PUPR/2026.

Pengawas Lapangan PT Oktavianka, Adi Ahmad mengatakan, fokus utama rehabilitasi jalan adalah peninggian badan dan bahu jalan pada kawasan yang selama ini kerap terdampak banjir.

“Pasangan batu untuk tinggi bahu jalan bervariasi, ada yang mencapai 1,5 meter lebih, untuk mendongkrak area yang sebelumnya rendah dan sering kebanjiran,” ujarnya di lokasi proyek, Kamis (12/6).

Menurut Adi, peninggian dilakukan terutama di titik-titik sambungan jalan yang dinilai krusial, agar permukaan jalan baru terbebas dari genangan dan memiliki daya tahan lebih baik, dibanding kondisi sebelumnya yang mengalami kerusakan cukup berat.

Jalan tersebut dibangun dengan lebar total tujuh meter, terdiri dari badan jalan selebar lima meter dan bahu jalan masing-masing satu meter di sisi kiri dan kanan.

Untuk meningkatkan kekuatan konstruksi, pengaspalan dilakukan dengan sistem dua lapis, yakni lapisan AC-Base setebal lima sentimeter di bagian bawah, dan AC-WC setebal tiga sentimeter pada lapisan permukaan.

“Jadi total ketebalan aspal mencapai 8 sentimeter,” jelas Adi.

Sekitar 20 pekerja lapangan dikerahkan dalam proyek tersebut. Pihak kontraktor pun optimis pekerjaan dapat selesai lebih cepat.

Selain untuk mengurangi dampak banjir tahunan, jalan yang melintasi kawasan Eco Park Jejangkit ini, nantinya menjadi jalur alternatif yang memangkas waktu tempuh warga menuju Martapura, tanpa harus memutar melalui Jalan Jenderal Ahmad Yani.

Kehadiran proyek tersebut pun disambut positif masyarakat. Seiring membaiknya akses jalan dan sistem irigasi, sejumlah warga mulai kembali membuka lahan dan melakukan aktivitas pertanian.

“Semoga rampungnya jalan ini nanti, roda perekonomian dan aktivitas pertanian dapat berjalan lancar tanpa lagi khawatir ancaman banjir tahunan,” papar Adi.

(Alibana/Ahmad M)