Jamin Keselamatan dan Kelestarian Arsip, ANRI Sosialisasikan Cara Penilaian Risiko Arsip di Kalsel

Cara Penilaian Risiko Arsip

JURNALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Menggandeng Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Provinsi Kalimantan Selatan, Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) melaksanakan kegiatan penilaian risiko arsip.

Sosialisasi pengenalan kerusakan pada arsip statis ini dinilai sangat penting, guna membuat kebijakan preservasi untuk penyelamatan dan pelestarian arsip.

“Salah satunya para arsiparis dapat membatasi akses arsip yang kondisinya rusak, dengan tujuan untuk mengetahui persentase arsip statis yang dapat dilestarikan ke bentuk alih media,” ungkap Koordinator Laboratorium dan Autentikasi Arsip ANRI Yanah Suryanah, melalui siaran pers Dispersip Kalsel, Rabu (22/06/2022).

Selain itu dalam kegiatan ini, para arsiparis juga diberikan pemahaman lebih tentang metode penanganan dan antisipasi dari kerusakan arsip kertas.

“Ini juga untuk membuat daftar, agar mempermudah dalam menurunkan arsip yang harus dilakukan restorasi dan digitalisasi sesegera mungkin,” tambah Yanah.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengelolaan Arsip Dispersip Kalsel Riza Fahlevi, menginginkan arsiparis se-Kalimantan Selatan dapat lebih mendalami kriteria kerusakan arsip, dari ringan, sedang, hingga berat, agar dapat menanggulanginya.

“Karena memang arsip ini jangan sampai rusak, terutama arsip statis,” jelasnya.

Kegiatan yang berlangsung di Depo Arsip Kalsel dari 21–24 Juni 2022 ini, melibatkan arsiparis dari Dispersip Kalsel dan perwakilan 13 kabupaten/kota.

Editor : Achmad MT