JURNALKALIMANTAN.COM, BARITO KUALA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan bersama Pemerintah Kabupaten Barito Kuala menargetkan penanaman padi seluas 3.000 hektare di Kecamatan Jejangkit selama Juni 2026.
Program tersebut dijalankan melalui Brigade Pangan Desa Jejangkit dengan memanfaatkan potensi lahan rawa lebak, untuk mendukung swasembada pangan dan memperkuat ketahanan pangan daerah.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Barito Kuala, Bukhori, SP, mengatakan target tersebut merupakan bagian dari upaya bersama, dalam meningkatkan produktivitas pertanian di wilayah tersebut.
“Ini upaya kita bersama Brigade Pangan untuk meningkatkan produktivitas dan mendukung ketahanan pangan Kalimantan Selatan,” ujarnya, Selasa (17/6/2026).

Menurut Bukhori, pengembangan pertanian di Jejangkit didukung berbagai sarana dan prasarana, termasuk alat dan mesin pertanian (alsintan) serta pendampingan teknis dari penyuluh pertanian.
Dukungan tersebut diharapkan mampu meningkatkan indeks pertanaman sekaligus produktivitas hasil panen petani.
Ia menjelaskan, lahan rawa lebak yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal, memiliki potensi besar untuk meningkatkan produksi pangan apabila dikelola dengan sistem tata air dan pola tanam yang tepat.
“Lahan rawa lebak punya potensi besar. Dengan manajemen air dan pola tanam yang tepat, produktivitasnya bisa naik signifikan,” katanya.
Selain berorientasi pada peningkatan produksi pangan, program Brigade Pangan juga diharapkan mampu menarik minat generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian. Model usaha tani berbasis kelompok dengan dukungan mekanisasi modern dinilai lebih efisien dan memiliki prospek ekonomi yang menjanjikan.
“Kami ingin anak muda Jejangkit bangga menjadi petani. Brigade Pangan ini bukti bahwa pertanian bisa menjadi usaha yang menjanjikan,” tegasnya.
Pemerintah optimistis target tanam seluas 3.000 hektare pada Juni 2026 dapat tercapai. Jika berhasil, Kecamatan Jejangkit diproyeksikan menjadi salah satu lumbung pangan baru di Kalimantan Selatan yang berperan dalam mendukung ketahanan pangan daerah sekaligus menjadi kawasan penyangga kebutuhan pangan bagi Ibu Kota Nusantara (IKN).
Program tersebut juga menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam mengoptimalkan pemanfaatan lahan rawa lebak sebagai sumber produksi pangan berkelanjutan di Kalimantan Selatan.
(Alibana/ Ang)













