Wali Kota Yamin Tinjau IPA II, Pembangunan Embung Jadi Solusi Jangka Panjang Krisis Air Baku

Wali Kota H. Muhammad Yamin HR bersama Kapolresta Banjarmasin dan jajaran Dereksi PAM Bandarmasih saat meninjau IPA II, Selasa (29/9). (Foto: Ist)

JURNALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Di tengah kemarau panjang yang berdampak terhadap ketersediaan air bersih, Wali Kota H. Muhammad Yamin HR. bersama Kepala Kepolisian Resor Kota Banjarmasin Kombes Pol Riza Muttaqin, meninjau langsung Instalasi Pengolahan Air (IPA) II PT Air Minum (PAM) Bandarmasih, di Jalan Tirta Dharma, Selasa (29/9/2026).

Keduanya disambut Direktur Utama Zulbadi beserta jajaran. Dalam kunjungan tersebut, Wali Kota melihat langsung operasional pengolahan air baku menjadi air bersih, serta kondisi layanan kepada masyarakat.

Dirut menjelaskan, IPA II memanfaatkan sumber air baku dari Sungai Tabuk dan Pematang Panjang dengan kapasitas produksi mencapai 1.750 liter per detik. Kapasitas tersebut ternyata hanya mampu memenuhi sekitar 67 persen dari total kebutuhan air bersih masyarakat Banjarmasin.

“Kita kekurangan 33 persen debit air dari total kebutuhan penduduk, akibat IPA I tidak dapat beroperasi optimal karena kadar garam yang masih tinggi,” ujarnya.

Kondisi tersebut menyebabkan potensi air tidak mengalir di wilayah ujung layanan masih terjadi. Untuk mengatasi persoalan itu, PAM Bandarmasih terus mengoptimalkan pendistribusian air melalui mobil tangki ke sejumlah kelurahan hingga tingkat RT.

“Informasi terakhir sudah ada 35 titik yang kita distribusikan. Kalau total, setiap hari lebih dari 100 tangki kita distribusikan,” jelas Dirut.

Zulbadi juga mengapresiasi kepedulian Pemkot dan Polresta dalam menangani krisis air yang terjadi saat ini. Menurutnya, rencana pembangunan embung sebagai sumber cadangan air baku jangka panjang, akan segera ditindaklanjuti melalui penyusunan kajian kelayakan hingga _detail engineering design_ (DED).

Sementara itu, Wali Kota menegaskan, persoalan krisis air bersih tidak boleh kembali terjadi apabila kemarau panjang melanda.

Karena itu tegasnya, pembangunan embung dinilai menjadi salah satu prioritas untuk menjamin ketersediaan air baku dalam jangka panjang.

“Pak Gubernur peduli dengan kondisi ini. Saya sudah bertemu dan membahas terkait pembuatan embung, agar saat kemarau panjang nanti ini tidak terjadi lagi,” ujar Yamin.

Ia berharap rencana pembangunan embung tersebut dapat mulai direalisasikan pada tahun depan, melalui kerja sama antara Pemkot, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, dan pemerintah pusat, termasuk dalam hal pendanaan.

“Semoga tahun depan rencana ini sudah matang, dan dimulai membangun jaringan perpipaan sebagai cadangan air baku jangka panjang,” pungkas Wali Kota.

(Ih/Ahmad M)