JURNALKALIMANTAN.COM, TABALONG – Komisi II DPRD Provinsi Kalimantan Selatan mendorong penguatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berbasis potensi lokal guna meningkatkan nilai tambah produk sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat.
Dorongan tersebut disampaikan usai meninjau perkembangan sejumlah UMKM binaan PT Adaro Indonesia di Kabupaten Tabalong, kemarin.
Salah satu UMKM yang dikunjungi adalah rumah produksi Auk Sukma di Desa Pasar Lama, Kecamatan Murung Pudak. Pelaku usaha tersebut berhasil mengembangkan produk otak-otak berbahan dasar ikan bandeng yang telah dipasarkan ke berbagai daerah.
Meski distribusinya masih mengandalkan cooler box untuk menjaga kualitas produk, usaha tersebut dinilai memiliki prospek yang baik untuk terus dikembangkan.
Wakil Ketua Komisi II DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, H. Suripno Sumas, mengapresiasi keberhasilan pelaku UMKM dalam mengolah hasil perikanan menjadi produk bernilai ekonomi. Menurutnya, inovasi serupa perlu diperluas dengan memanfaatkan berbagai jenis ikan lokal.
“Kami mengapresiasi keberhasilan UMKM ini. Ke depan, inovasi produk berbahan ikan lokal perlu terus dikembangkan, disertai pembinaan dan pendampingan yang berkelanjutan dari PT Adaro Indonesia,” ujarnya.
Selain rumah produksi otak-otak bandeng, Komisi II juga meninjau UMKM binaan PT Adaro Indonesia di Desa Lok Batu, Kecamatan Haruai. Di lokasi tersebut, pelaku usaha mengembangkan sambal berbahan dasar daging keong sebagai salah satu inovasi olahan pangan khas daerah.
Perwakilan CSR Department PT Adaro Indonesia, Iwan Ridwan, mengatakan pihaknya berkomitmen terus membina UMKM melalui pendampingan usaha dan penguatan pemasaran produk.
“Kami akan terus mendampingi UMKM agar semakin mandiri dan berkembang secara berkelanjutan,” katanya.»
Komisi II berharap sinergi antara pemerintah, PT Adaro Indonesia, dan masyarakat dalam pembinaan UMKM terus diperkuat agar semakin banyak produk unggulan daerah yang berdaya saing dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi Kalimantan Selatan. (YUN)













