JURNALKALIMANTAN.COM, HULU SUNGAI UTARA – Upaya mengenalkan kekayaan sejarah dan budaya Kalimantan Selatan terus dilakukan Bank Kalsel melalui program OTW Aksel. Kali ini, program tersebut mengajak masyarakat menelusuri sejumlah destinasi menarik di Kota Amuntai, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU).
Dipandu tiga host, Nisa, Wawan, dan Nalsya, perjalanan OTW Aksel menghadirkan pengalaman menjelajahi destinasi wisata tersembunyi, menggali sejarah Banua, mencicipi kuliner khas daerah, hingga mengenal kerajinan anyaman yang berkembang di kawasan rawa.
Destinasi pertama yang dikunjungi adalah Candi Agung Amuntai, salah satu situs bersejarah yang berkaitan dengan Kerajaan Negara Dipa. Dalam narasi sejarah yang berkembang di masyarakat, kerajaan tersebut dikaitkan dengan sosok Empu Jatmika pada abad ke-14 Masehi.
Dengan tiket masuk yang disebut sebesar Rp5.000 per orang, pengunjung dapat menjelajahi kawasan wisata sejarah tersebut. Sejumlah lokasi yang menarik untuk dikunjungi antara lain museum, tempat yang dikenal sebagai pemandian Putri Junjung Buih, serta tempat pertapaan Pangeran Suryanata.
Berada di kawasan perkotaan, Candi Agung menawarkan suasana yang relatif teduh berkat pepohonan besar yang tumbuh di sekitarnya. Lingkungan tersebut memberikan pengalaman berbeda bagi pengunjung yang ingin menikmati wisata sejarah sekaligus suasana alam.
Tim OTW Aksel juga mengunjungi museum untuk melihat berbagai peninggalan masa lampau. Selain itu, mereka menggali cerita sejarah lisan dari warga setempat, termasuk kisah tentang “Tanah Harum” yang lekat dengan asal-usul berdirinya Kerajaan Negara Dipa.
Menurut cerita yang disampaikan narasumber setempat, Empu Jatmika mencari tanah yang berbau harum sebagai tempat mendirikan kerajaan baru. Setelah melakukan perjalanan melalui jalur perairan, ia disebut menemukan tanah yang sesuai dengan syarat tersebut dan kemudian membangun kerajaan di kawasan itu.
Kerajaan Negara Dipa dalam kisah sejarah Banua juga dikenal memiliki keterkaitan dengan perkembangan pusat pemerintahan dan perdagangan pada masa lampau. Kisah-kisah tersebut menjadi bagian dari warisan budaya yang terus hidup dalam ingatan masyarakat setempat.
Usai menjelajahi situs sejarah, perjalanan OTW Aksel berlanjut ke destinasi kuliner. Hidangan berbahan dasar itik menjadi salah satu sajian khas yang diburu tim untuk melengkapi pengalaman mereka menjelajahi Amuntai.
Melalui program ini, Bank Kalsel tidak hanya mengajak masyarakat mengenal destinasi wisata, tetapi juga memperkenalkan kekayaan sejarah, kuliner, dan kerajinan lokal sebagai bagian dari identitas budaya Banua.
Perjalanan OTW Aksel diharapkan dapat meningkatkan ketertarikan masyarakat untuk mengeksplorasi potensi wisata daerah sekaligus mendukung pengenalan budaya lokal kepada khalayak yang lebih luas.
(Adv/Bank Kalsel)













