Pikat Pemustaka, Dispersip Kalsel Kembali Tanam Sayur Hidroponik

Tanaman bayam merah yang mulai tumbuh

JURNALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Setelah panen sayur selada yang ditanam dengan sistem hidroponik, Tim Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Provinsi Kalimantan Selatan kembali menanam sayuran, yang kali ini berjenis bayam merah.

Menurut Kepala Dispersip Kalsel, hal ini dilakukan guna menjadi salah satu sarana pembelajaran, agar melalui perpustakaan masyarakat dapat menemukan informasi dan pengetahuan secara bebas.

[feed_them_social cpt_id=59908]

“Untuk itu, kita tidak hanya menyediakan informasi tetapi juga memberdayakan masyarakat,” ungkapnya melalui siaran pers Dispersip Kalsel, Selasa (22/11/2022).

Ditambahkannya, penanaman ini salah satu bentuk Implementasi Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial.

“Inklusi sosial adalah upaya menempatkan martabat dan kemandirian individu sebagai modal utama untuk mencapai kualitas hidup yang ideal,” jelasnya.

Bunda Nunung (sapaan akrabnya) menegaskan, seluruh elemen masyarakat mendapat perlakuan yang setara dan memperoleh kesempatan yang sama sebagai warga negara, terlepas dari perbedaan apapun.

“Tujuannya bermuara pada kesejahteraan masyarakat. Bagaimana memanfaatkan sumber daya yang tersedia untuk mencapai kestabilan ekonomi, sosial, dan budaya di dalam masyarakat,” jelasnya.

Perpustakaan berbasis inklusi sosial memberikan kesempatan lembaga untuk berperan di dalam program pembangunan nasional, baik perpustakaan umum dan desa, sebagai pusat informasi dan pengetahuan kepada masyarakat.

Nove, salah seorang anggota tim program ini menyampaikan, hidroponik yang ditanamnya merupakan salah satu model bercocok tanam tanpa menggunakan tanah sebagai media tumbuh, melainkan menggunakan sistem kerja air.

“Dari dahulu sampai sekarang, sayuran hidroponik memiliki prospek ekonomi yang sangat menjanjikan, apalagi saat ini gaya hidup serta kesadaran masyarakat akan pentingnya mengonsumsi pangan sehat,” bebernya.

Namun, banyak orang mengira bahwa hidroponik itu susah dan perlu modal besar, padahal dengan menerapkan skala rumah tangga jauh lebih ekonomis.

“Kita memilih menanam bayam merah karena sayuran ini termasuk sayuran komersial yang banyak dicari masyarakat, dan harganya pun cukup bagus dibandingkan bayam hijau biasa,” pungkasnya.

Editor : Achmad MT

 

[feed_them_social cpt_id=57496]