UKW XXII Digelar PWI Kalsel Bersama PLN UIP3B Kalimantan

JURNALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – General Manager Unit Induk Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban (UIP3B) Kalimantan Abdul Salam Nganro, berharap dengan adanya Uji Kompetensi Wartawan (UKW) memberikan peluang kepada seluruh jurnalis untuk mendapatkan posisi yang lebih baik, karena telah dianggap kompeten di bidangnya.

Lebih lanjut, menurutnya, kehadiran wartawan yang berkompeten tentu akan mendorong kemajuan pembangunan di Indonesia, utamanya turut membantu menyiarkan PLN yang terus berupaya melayani konsumen dengan baik.

“Kami sangat berharap perpanjangan komunikasi dari para jurnalis,“ kata Abdul Salam Nganro.

“PLN melakukan transformasi perubahan organisasi agar lebih profesional, adaptif, dan dapat merespons keluhan dari konsumen,“ tambahnya.

Kemudian, Adi Santoso (Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Politik, dan Hukum), menyampaikan pesan dari Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor. Gubernur berharap UKW ini dapat memberikan dampak positif bagi para jurnalis.

“Dengan UKW, memberi peluang kepada seluruh jurnalis untuk mendapatkan posisi lebih baik, karena dinilai kompeten, sehingga meningkatkan kesejahteraan wartawan, bahwa profesi jurnalis adalah profesi yang menjanjikan, “ ujarnya.

Apalagi, sekarang ini, semua profesi, baik itu dokter dan guru, ataupun yang lainnya, mengharuskan untuk sertifikasi. Maka dari itu tegasnya, sertifikasi ini menjadi sebuah keharusan bagi setiap wartawan. Apalagi profesi wartawan memiliki peranan penting di Indonesia. Pasalnya, saat ini masyarakat dapat mengakses pemberitaan dengan mudah dan cepat.

Pelaksanaan UKW ini digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalsel bersama PLN UIP3B Kalimantan, berlangsung dua hari, 11 dan 12 Juni 2024, di Hotel Banjarmasin Internasional.

Hadir pula Ketua PWI Kalsel, Ketua PWI Kalteng, Ketua PWI Kalbar, Ketua PWI Kaltim, dan para pimpinan redaksi media massa.

UKW kali ini ini digelar secara tatap muka.

“Peningkatan kompetensi wartawan ini penting, karena kerjanya menghasilkan berita yang oleh masyarakat suatu kebenaran,” kata Ketua PWI Kalsel Zainal Helmie, Selasa (11/6/2024).

Ia menegaskan, kompetensi yang dimiliki seorang wartawan sangat berpengaruh terhadap karya jurnalistik yang dihasilkan. Oleh karena itu, Helmie berharap pemberitaan yang dihasilkan wartawan pemegang kartu kompetensi bisa terus mengawal pembangunan secara berimbang.

Ia menekankan, pemerintah daerah bisa turut merangkul keberadaan wartawan yang telah kompeten melalui program kemitraan, sehingga keberadaan wartawan gadungan dapat tergerus.

Setelah berlangsung 2 hari dengan menyelesaikan banyak mata uji, akhirnya 35 peserta dinyatakan lulus oleh para penguji profesional.