Pemprov Kalsel dan Pemkab Batola Bersinergi Percepat Penurunan Stunting

Penurunan Stunting

JURNALKALIMANTAN.COM, BARITO KUALA – Wakil Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin, memimpin rapat sinergi bersama Pemerintah Kabupaten Barito Kuala (Batola), dalam rangka percepatan penurunan kasus kekerdilan (stunting) di tahun 2022, di Aula Mufakat Kantor Sekretariat Daetah Batola, Jumat (10/07/2022).

Wakil Bupati H. Rahmadian Noor dalam sambutannya menegaskan komitmen pihaknya untuk menangani permasalahan ini, yang diwujudkan melalui program prioritas.

Seperti memberikan makanan tambahan ibu hamil dan anak balita (Program Permata Bunda) yang disinergikan dengan seluruh pemerintah desa.

“Anggaran dana desa juga kita mintakan untuk memberikan atau mengalokasikan dana untuk makanan tambahan ini kepada ibu hamil dan balita,” ujarnya.

Wabup menegaskan, program ini bertujuan membantu tercukupinya kebutuhan gizi masyarakat bagi ibu hamil dan anak balita, yang dilaksanakan berkelanjutan dalam rangka percepatan penurunan stunting sesuai dengan target nasional, yakni turun hingga 14% pada 2024.

Selain itu, dilakukan program-program bidang kesehatan yang merupakan kegiatan rutin pelayanan dasar di bidang kesehatan masyarakat, seperti pemberian tablet tambah darah, imunisasi, pemberian ASI eksklusif, serta ajakan berperilaku hidup bersih dan sehat.

Pemkab Batola juga melaksanakan intervensi gizi spesifik melalui program ketahanan pangan, pembangunan tempat tinggal yang layak, akses sanitasi, penyediaan air bersih, bantuan sosial, dan jaminan kesehatan.

Untuk jangka panjang dilakukan pemulihan ekonomi melalui Program Padat Karya yang dikolaborasikan dengan Program Kampung Terintegrasi.

Rahmadian Noor juga menyebutkan, angka stunting di Batola berangsur turun. Di 2020 tercatat angka 16,81%, kemudian di 2001 menjadi 14,26%, dan 2022 ini sudah 12,56%.

Wagub Muhidin pun mengapresiasi upaya yang sudah dilakukan Pemkab Batola.

Ia juga menyarankan adanya bantuan minuman susu tambahan bagi balita 6 bulan ke atas, agar pertumbuhan anak dari keluarga kurang mampu bisa lebih baik.

“Kalau datanya ada, kita akan coba melakukan pendekatan dengan perusahaan agar memberikan bantuan susu tambahan melalui dana CSR mereka,” ujarnya.

Muhidin berpendapat, upaya penurunan kasus stunting harus dilakukan menyeluruh dan bersama-sama antara pemerintah dengan pihak swasta serta lainnya.

Pada kesempatan ini, Muhidin juga menyerap masukan kepada para peserta rapat untuk upaya penurunan stunting di Batola.

(Alibana)