Rakor Pengembangan Perpustakaan di Kalsel Dihadiri Langsung Kepala Perpusnas RI

Kepala Perpusnas RI (tengah kanan) dan Kepala Diapersip Kalsel bersama Asisten Asisten Bidang Pemerintahan Prov Kalsel (kiri) saat foto bersama usai pembukaan Rakor

JURNALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Kepala Perpustakaan Nasional (Perpusnas) Republik Indonesia Muhammad Syarif Bando, resmi membuka Rapat Koordinasi Pengembangan Perpustakaan se-Kalimantan Selatan, berlangsung di salah satu hotel di Banjarmasin, Kamis (02/023/2023) malam.

Kegiatan yang dilaksanakan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Provinsi Kalsel ini berlangsung 2 hari, dalam rangka meningkatkan mutu perpustakaan di daerah.

Usai membuka acara, kepala Perpusnas yang juga pembicara utama ini menyampaikan, ada tiga hal yang harus diperhatikan, yakni pengembangan literasi, reformasi sistem pendidikan berbasis pengetahuan atau tidak dibatasi dengan gelar dan ijazah. Dan yang ketiga, menjadikan program pengembangan perpustakaan sebagai gerakan seluruh anak bangsa.

“Ini yang menjadi tantangan kita bersama. Kami siap bersinergi dengan pemerintah provinsi dan kabupaten/kota dalam membangun kesadaran literasi di masyarakat,” ungkapnya.

Sinergi itu menurut Syarif bisa melalui penyiapan infrastruktur perpustakaan dalam bentuk transformasi digital, menjangkau seluruh lapisan, dan memudahkan masyarakat mengakses ilmu pengetahuan.

Sementara itu, Kepala Dispersip Kalsel Hj. Nurliani Dardie menjelaskan, rakor ini merupakan upaya untuk mensinergikan berbagai program dan kegiatan bidang perpustakaan.

“Rapat ini menjadi sangat penting, karena diharapkan dapat terjadi kesinambungan yang sinergi antara program perpustakaan kabupaten/kota dengan perpustakaan provinsi,” tuturnya.

Bahkan dalam masa pemulihan ekonomi pascapandemi, perpustakaan dituntut berinovasi, kreatif, serta merubah pola pikir. Apalagi perpustakaan menjadi sektor pendukung dalam memberikan solusi terkait pemulihan ekonomi.

“Untuk itu diperlukan pemahaman, dukungan, serta pembinaan, dan pengembangan berbagai program dan kegiatan yang dilaksanakan oleh masing-masing Dispersip kabupaten/kota di Kalsel,” paparnya

Sementara itu, Gubernur Sahbirin Noor yang diwakili Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Nurul Fajar Desira mengatakan, perpustakaan memiliki peranan penting dalam kesuksesan pelaksanaan pembangunan, khususnya dalam pembentukan SDM yang berkualitas, cerdas, dan berdaya saing.

“Saya bersyukur berbagai jenis perpustakaan ada di Kalsel, bahkan desa-desa di Kalsel juga telah memiliki perpustakaan. Semua perpustakaan ini harus terus kita kembangkan, baik dari segi akses maupun layanannya,” tegasnya.

Hal tersebut, sebagai bentuk upaya Pemerintah Provinsi Kalsel untuk menanamkan kecintaan terhadap perpustakaan.

“Kita bersyukur Kalsel berhasil meraih Indeks Pembangunan Literasi tertinggi selama dua tahun berturut-turut. Peningkatan ini juga harus diiringi dengan peningkatan ruang membaca bagi masyarakat,” ujarnya.

Rakor ini diikuti oleh Kepala Perpustakaan dan Kearsipan se-Kalsel, Bunda Literasi, Duta Baca, para pejabat struktural dan pejabat fungsional pustakawan, serta instansi/lembaga terkait.

Editor : Achmad MT