JURNALKALIMANTAN.COM, PULANG PISAU – Masyarakat keluhkan atas kerusakan ruas Jalan Maliku – Bantanan (Sebangau), akibat mobilisasi alat berat yang melintasi jalan poros penghubung antar kecamatan yang ada di Kabupaten Pulang Pisau, Rabu (12/2/2025).
Berdasarkan hasil pantauan awak media, para pengguna jalan mengeluhkan atas kerusakan akibat iring-iringan tronton yang bermuatan alat berat.
Dalam satu buah tronton memuat 2 (dua) unit alat berat jenis excavator.
“Akibat kerusakan ruas jalan ini banyak sekali truk, pick up, bahkan kendaraan lainnya terjebak tidak dapat bergerak untuk melanjutkan perjalanan, padahal ruas jalan tersebut baru saja diperbaiki dan masih dalam tahap pemadatan,” tutur salah seorang masyarakat Desa Paduran Sebangau.
Warga kembali menyampaikan, kerusakan terjadi di Kilometer 20 sampai dengan Kilometer 26, bahkan ada beberapa titik mengalami kerusakan yang sangat parah.
“Apalagi pada saat musim penghujan seperti sekarang, kami kuatir ruas Jalan Maliku – Bantanan (Jalan Poros Sebangau) ini semakin bertambah parah,” tambahnya.
Pihaknya berharap Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau melalui Dinas terkait dapat menangapi keluhan warga karena jalan tersebut merupakan akses mereka melakukan aktivitas sehari-hari.
Terpisah, saat dikonfirmasi awak media, Kepala Dinas PUPR Pulang Pisau, Usis I Sangkai, mengatakan bahwa pihaknya sudah melaporkan kepada Pj Bupati dan Sekretaris Daerah setempat.
“Kami pun sudah berkoordinasi dengan Kepala Dinas Pertanian agar alat berat yg melewati ruas Jalan Maliku – Bantanan (Sebangau) tidak lebih dari 1 (satu) unit per tronton bahkan pihak kontraktor pun siap membantu untuk pelihara jalan tersebut,” jelas Usis.
Ia menambahkan bahwa terkait penanganan jalan tersebut dengan panjang ruas penanganan 36,263 Kilometer dialokasikan dengan anggaran Rp10 M dan untuk ruas Jalan Poros Sebangau dengan panjang 15 km dengan anggaran Rp10 M juga. (Ded/Viz)














