JURNALKALIMANTAN.COM – Schneider Electric, pemimpin global dalam transformasi digital untuk pengelolaan energi dan otomasi, merayakan tonggak pencapaian smart factory Schneider Electric Cikarang selama tiga dekade di Indonesia dengan pengoperasian Innovation Hub yang telah diperbarui.
Ruang interaktif seluas 170 m² ini menampilkan solusi mutakhir industri 4.0 dan manufaktur berkelanjutan. Pencapaian ini mencerminkan komitmen jangka panjang Schneider Electric terhadap pertumbuhan industri Indonesia sekaligus membuka babak baru dalam perjalanan ekspansi dan inovasi pabrik tersebut.
Perjalanan Schneider Electric Cikarang dimulai pada tahun 1995, ketika Schneider Electric memindahkan operasional manufakturnya dari Surabaya untuk membangun fasilitas yang lebih besar, khusus memproduksi peralatan listrik tegangan rendah dan menengah.
Langkah ini menjadi awal transformasi Schneider Electric Cikarang sebagai salah satu pusat manufaktur utama Schneider Electric. Transformasi berlanjut pada tahun 2019 dengan peresmian smart factory Schneider Electric Cikarang yang mengintegrasikan otomasi industri dengan energi terbarukan.
Sekarang, pabrik ini telah menjadi salah satu hub unggulan Schneider Electric, sepenuhnya menggunakan energi hijau sejak 2023, tersertifikasi Net Zero CO2 selama empat tahun berturut-turut, serta meraih pengakuan baik di tingkat nasional maupun regional atas kualitas, kandungan lokal, dan efisiensi energinya.
Innovation Hub Schneider Electric Cikarang yang baru diperbarui dirancang sebagai ruang interaktif yang menghadirkan solusi andal Schneider Electric dalam pengelolaan energi dan otomasi. Ruang itu memberikan pengalaman langsung bagi para pengunjung untuk melihat bagaimana solusi digital dan berkelanjutan terintegrasi dalam membentuk masa depan industri Indonesia.
Beberapa solusi utama yang ditampilkan di dalam Innovation Hub antara lain Virtual Reality (VR) station untuk demonstrasi interaktif, interactive kiosk yang menyoroti solusi EcoStruxure™, switchgear MCSet, switchboard tegangan rendah Okken dan BlokSeT, serta switchgear tegangan menengah SM6 dan SM AirSeT dengan teknologi isolasi udara murni.
“Tahun ini menjadi tonggak bersejarah yang membanggakan karena kami merayakan 30 tahun perjalanan smart factory kami di Cikarang, yang telah berkembang menjadi salah satu hub unggulan Schneider Electric di Asiadunia. Pembaruan Innovation Hub Cikarang semakin memperkuat peran tersebut dengan memungkinkan keterlibatan yang lebih mendalam bersama pelanggan, mitra, dan masyarakat untuk bersama-sama menciptakan solusi yang akan mendorong daya saing industri dan keberlanjutan Indonesia di masa depan,” ujar Martin Setiawan, President Director Schneider Electric Indonesia & Timor Leste.
Menandai tiga dekade kontribusinya, pembaruan Innovation Hub juga menjadi bagian dari rencana ekspansi lima tahun Schneider Electric Cikarang (2024–2029) untuk memenuhi permintaan yang terus meningkat di pasar domestik maupun global.
Awal tahun ini, pabrik Schneider Electric Cikarang telah merampungkan perluasan area seluas 3.200 m² yang akan meningkatkan kapasitas produksi peralatan tegangan rendah hingga 200% serta membuka peluang bagi hingga 1.500 karyawan lokal.
Sejak 2023, pabrik ini telah sepenuhnya menggunakan energi hijau, ditambah dengan berbagai inisiatif lain untuk mencapai pengurangan emisi lebih lanjut pada 2025.
Atas konsistensinya, Schneider Electric Cikarang telah meraih berbagai penghargaan nasional dan regional, termasuk Decade SNI Award atas pencapaian 10 tahun berturut-turut (2013–2023) meraih Silver & Gold SNI Award pada produk air-insulated switchgear yang memenuhi standar kualitas nasional dan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), ASEAN Energy Efficiency & Conservation Best Practice Award (2023) untuk kategori Manajemen Energi di Bangunan dan Industri, serta Platinum SNI Award (2024) untuk kategori Manufaktur Besar.














