JURNALKALIMANTAN.COM, HULU SUNGAI SELATAN – Penguatan nilai-nilai Pancasila dinilai masih tumbuh di tengah masyarakat Desa Ida Manggala, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Hulu Sungai Selatan.
Hal itu terlihat dari cara warga memaknai dan menjalankan nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari.
Wakil Ketua DPRD Kalimantan Selatan, H. Kartoyo, menyebut pemahaman tersebut tidak sekadar formalitas, tetapi sudah tercermin dalam praktik sosial masyarakat.
“Ini bukan hanya soal hafalan. Dari interaksi yang kita lihat, nilai Pancasila benar-benar dijalankan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya saat berada di desa tersebut, Ahad (19/04/2026).
Ia menilai, penguatan wawasan kebangsaan tetap penting dilakukan, terutama di tengah perubahan sosial yang terus berlangsung. Namun, pendekatannya tidak cukup melalui sosialisasi formal, melainkan harus menyentuh praktik nyata di masyarakat.
Salah satu yang menarik perhatian Kartoyo adalah peran seorang guru sekolah dasar yang mampu menjelaskan penerapan nilai Pancasila secara konkret. Menurutnya, hal itu menunjukkan bahwa pendidikan masih menjadi jalur efektif dalam menanamkan nilai kebangsaan.
“Ketika guru bisa menjelaskan dengan sederhana dan mudah dipahami, itu artinya nilai tersebut memang hidup, bukan sekadar teori,” katanya.
Kartoyo juga mengaitkan kondisi tersebut dengan semangat peringatan Hari Kartini. Ia menilai, esensi perjuangan R.A. Kartini tidak hanya soal emansipasi perempuan, tetapi juga tentang pentingnya pendidikan dan kesadaran sosial.
“Semangat Kartini itu tentang mencerdaskan masyarakat. Apa yang kita lihat di sini sejalan dengan itu,” ucapnya.
Selain itu, ia menyoroti kuatnya budaya gotong royong yang masih terjaga di Desa Ida Manggala. Menurutnya, hal tersebut menjadi salah satu indikator bahwa nilai Pancasila masih berfungsi sebagai pedoman hidup masyarakat.
Ia menambahkan, latar belakang desa sebagai kawasan transmigrasi turut membentuk pola interaksi yang inklusif, melalui pertemuan budaya antara pendatang dan masyarakat lokal.
“Dari situ lahir kebersamaan yang kuat. Ini yang perlu dijaga,” katanya.
Sementara itu, Pelda Shodiqul Zakaria dari Koramil 1003-05 Sungai Raya menilai kondisi sosial masyarakat setempat tergolong harmonis. Ia melihat hubungan antarwarga terjalin erat, dengan tingkat kepedulian yang tinggi.
“Keakraban dan silaturahmi masyarakat di sini masih sangat baik. Itu jadi modal sosial yang penting,” ujarnya.
Ia berharap, kondisi tersebut bisa terus dipertahankan dan diperkuat, seiring dengan berbagai upaya penanaman nilai kebangsaan di masyarakat. (YUN)














