JURNALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Provinsi Kalimantan Selatan terus mendorong penguatan budaya literasi di kalangan generasi muda melalui Lomba Resensi Buku Berbasis Koleksi Perpustakaan tingkat SMA/SMK/SLB/MA se-Kalimantan Selatan.
Kegiatan yang resmi dibuka di Aula Dispersip Kalsel, Rabu (13/5/2026), tersebut, menjadi salah satu upaya meningkatkan minat baca sekaligus pemanfaatan koleksi perpustakaan oleh pelajar.
Kepala Dispersip Provinsi Kalimantan Selatan, Sri Mawarni, melalui Kepala Bidang Pelayanan dan Pembinaan Perpustakaan, Adethia Hailina, mengatakan lomba ini dirancang agar pelajar mampu memahami dan mengolah informasi dari bahan bacaan secara kreatif.
“Tujuannya adalah meningkatkan kegemaran membaca bagi pelajar sekolah menengah atas, meningkatkan pemanfaatan koleksi perpustakaan yang ada di sekitar siswa, serta meningkatkan kreativitas pelajar untuk mengemas ulang informasi dari bahan bacaan,” ujarnya.
Menurut Adethia, resensi buku harus disampaikan secara objektif dengan memaparkan kelebihan dan kekurangan isi buku secara jujur. Ia juga menegaskan adanya perbedaan mendasar antara resensi dengan teknik bertutur atau mendongeng.
“Bertutur lebih menitikberatkan pada kemampuan berkisah dengan permainan nada, intonasi, dan dinamika suara. Sedangkan resensi fokus pada penyampaian informasi kritis dan ulasan yang membantu calon pembaca menentukan pilihan terhadap buku,” jelasnya.
Pada kesempatan tersebut, Adethia turut memberikan apresiasi kepada peserta yang berhasil masuk dalam 30 besar terbaik. Ia berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana pengembangan diri dan mempererat silaturahmi antar-pelajar se-Kalimantan Selatan.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa nilai utama dalam perlombaan bukan semata hasil akhir, melainkan proses dan pengalaman yang diperoleh selama mengikuti kegiatan.
“Jadikanlah lomba ini sebagai ajang untuk menunjukkan kemampuan terbaik, saling menghargai, dan menjalin persahabatan. Ingatlah, kalah dan menang adalah hal yang biasa, yang terpenting adalah semangat juang dan sportivitas,” pungkasnya.
(Tul/Ang)













