JURNALKALIMANTAN.COM,BANJARMASIN – Gema takbir kembali menggema di jantung Kota Banjarmasin. Setelah cukup lama tak semarak seperti tahun-tahun sebelumnya, ribuan warga memadati ruas jalan pusat kota pada Selasa (26/5/2026) malam, untuk menyaksikan Pawai Takbir Keliling Iduladha 1447 Hijriah, sebuah tradisi menghidupkan suasana malam lebaran kurban di Kota Seribu Sungai.
Nuansa religius bercampur antusiasme warga begitu terasa sejak selepas Salat Isya. Iring-iringan puluhan kendaraan berhias ornamen Islami bergerak dari halaman Balai Kota Banjarmasin, diiringi lantunan takbir, tahmid, dan tahlil yang bersahut-sahutan sepanjang rute pawai.
Pawai takbir yang digelar Pemerintah Kota Banjarmasin ini menjadi magnet tersendiri bagi masyarakat. Tua, muda hingga anak-anak tampak memenuhi sisi jalan untuk mengabadikan momen sekaligus merasakan kembali atmosfer malam takbiran yang dinilai sempat meredup.
Usai melepas peserta pawai, Wali Kota Banjarmasin H. Muhammad Yamin HR mengatakan, kegiatan tersebut diikuti sekitar 60 kendaraan hias dengan pengawalan masyarakat yang turut memeriahkan suasana.
“Malam ini kita bisa melaksanakan takbir keliling bersama masyarakat Kota Banjarmasin. Ada sekitar 60 unit kendaraan yang ikut dalam iring-iringan pawai ditambah masyarakat juga ikut mengawal, sehingga semakin menambah semarak malam takbiran kali ini,” ujarnya.

Menurut Yamin, tingginya antusiasme masyarakat menjadi tanda bahwa tradisi pawai takbir masih dirindukan warga, terlebih kegiatan tersebut sudah cukup lama tidak digelar secara meriah.
“Kita ingin ini menjadi suatu momen atau tradisi yang berkesan,” singkatnya.
Di sepanjang ruas jalan yang dilalui, masyarakat tampak antusias menyambut iring-iringan. Banyak warga melambaikan tangan, merekam suasana, hingga membawa keluarga untuk menikmati kemeriahan malam Iduladha.
Yamin pun menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung kelancaran kegiatan serta memohon maaf apabila aktivitas pawai sempat mengganggu kenyamanan pengguna jalan.
Ia berharap, selain menjadi syiar Islam, pawai takbir juga dapat menghidupkan kembali identitas Banjarmasin sebagai kota religius yang tetap menjunjung nilai budaya dan kearifan lokal.
(Ih/Ang)













