JURNALKALIMANTAN.COM, JAKARTA – Privy meluncurkan fitur Digital Identity untuk menyederhanakan proses pendaftaran pengguna di berbagai layanan digital sekaligus membantu perusahaan menekan biaya akuisisi pelanggan.
Solusi ini hadir melalui dua layanan utama, yakni PrivyHub dan Continue with Privy, yang memungkinkan pengguna mengakses berbagai platform tanpa perlu mengulang proses registrasi dan verifikasi identitas.
Peluncuran ini menjawab tantangan umum dalam ekosistem digital, di mana proses onboarding yang panjang kerap membuat pengguna batal mendaftar. Sejumlah studi menunjukkan lebih dari 60 persen pengguna meninggalkan proses registrasi karena dinilai terlalu rumit.
Di sisi lain, proses pendaftaran yang terlalu sederhana juga berisiko menimbulkan celah keamanan, seperti akun palsu dan penyalahgunaan identitas.
CEO & Founder Privy, Marshall Pribadi, mengatakan identitas digital menjadi infrastruktur penting dalam mendukung akses dan transaksi digital yang aman.
“Banyak perusahaan kehilangan calon pengguna saat proses registrasi karena terlalu panjang. Di sisi lain, pengguna juga menginginkan pengalaman yang cepat dan aman. Digital Identity hadir untuk menjembatani kebutuhan tersebut,” ujarnya.
Menurutnya, pengguna dengan Privy ID telah melalui proses verifikasi berbasis NIK dan biometrik, sehingga dapat digunakan untuk mengakses berbagai layanan tanpa perlu registrasi ulang. Hal ini sekaligus membantu perusahaan memastikan kualitas data pengguna serta mengurangi potensi fraud.
PrivyHub berfungsi sebagai portal layanan terverifikasi dalam aplikasi Privy, yang memungkinkan pengguna mengakses berbagai merchant lintas industri dalam satu platform. Sementara itu, fitur Continue with Privy memungkinkan pengguna login atau mendaftar di aplikasi mitra menggunakan identitas yang telah terverifikasi.
Sejumlah perusahaan dari berbagai sektor telah mengadopsi solusi ini, antara lain platform pengajuan visa SPUN, platform investasi digital Treasury, media Kompas dan Tempo, serta platform edukasi Belajarlagi.
CEO Treasury, Andreas Santoso, menyebut integrasi fitur tersebut membantu mempercepat proses verifikasi sekaligus meningkatkan konversi pengguna baru.
Sementara itu, GM Product & Data Kompas.id, Omar Abdillah, menilai kemudahan registrasi menjadi faktor penting dalam meningkatkan interaksi pengguna di platform media digital.
Privy menilai implementasi Digital Identity tidak hanya berfungsi sebagai alat verifikasi, tetapi juga menjadi bagian dari strategi pertumbuhan bisnis, termasuk meningkatkan conversion rate dan memperkuat kepercayaan digital.
Ke depan, Privy berencana memperluas integrasi layanan ini ke berbagai sektor, mulai dari ritel, pariwisata, hingga gaya hidup, guna mendukung ekosistem digital yang lebih aman dan efisien. (Viz)













