Ekuador Bungkam Jerman 2-1, Gonzalo Plata Jadi Pahlawan dan Bawa ke 32 Besar

Timnas Ekuador bungkam Jerman 2-1 (fifa.com)

JURNALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Timnas Ekuador mencetak kejutan besar dengan menumbangkan Jerman 2-1 pada laga terakhir Grup E Piala Dunia 2026, sekaligus memastikan langkah ke babak 32 besar.

Bertanding di New York/New Jersey Stadium, Kamis (25/6/2026), Ekuador tampil penuh determinasi dan berhasil bangkit setelah sempat tertinggal lebih dulu.

Jerman membuka keunggulan cepat melalui Leroy Sané pada menit ke-2. Gol tersebut menjadi salah satu gol tercepat Jerman di ajang Piala Dunia dalam beberapa dekade terakhir.

Namun, Ekuador tidak tinggal diam. Tim asuhan Sebastian Beccacece mampu merespons cepat lewat Nilson Angulo pada menit ke-9. Gol tersebut menjadi gol pertama Ekuador di turnamen ini setelah sebelumnya gagal mencetak gol di dua laga awal.

Pertandingan berjalan semakin sengit di babak kedua. Jerman sempat mendapat peluang emas melalui penalti, namun keputusan tersebut dibatalkan setelah tinjauan VAR.

Drama mencapai puncaknya pada menit ke-77. Berawal dari situasi sepak pojok, Gonzalo Plata berhasil memanfaatkan bola liar di depan gawang dan mencetak gol kemenangan untuk Ekuador.

Gol tersebut sekaligus memastikan kemenangan 2-1 bagi Ekuador dan mengunci satu tempat di fase gugur sebagai salah satu dari delapan tim peringkat ketiga terbaik.

Meski kalah, Jerman tetap lolos ke babak berikutnya sebagai juara Grup E berkat keunggulan selisih gol atas Pantai Gading yang juga mengoleksi enam poin.

Klasemen Akhir Grup E:
– Jerman – 6 poin
– Pantai Gading – 6 poin
– Ekuador – 4 poin
– Curacao – 1 poin

Hasil ini menjadi pencapaian penting bagi Ekuador, yang sebelumnya hanya sekali menembus fase gugur Piala Dunia, yakni pada edisi 2006.

Pelatih Ekuador, Sebastián Beccacece, menyebut kemenangan ini sebagai hadiah bagi para pendukung timnya.

Sementara itu, Gonzalo Plata menegaskan bahwa timnya kini semakin percaya diri menghadapi babak berikutnya.

Di sisi lain, kapten Jerman Joshua Kimmich mengakui timnya tampil kurang maksimal, terutama dalam menjaga penguasaan bola, sehingga memberi ruang bagi Ekuador untuk berkembang dalam pertandingan.

Kemenangan ini menjadi salah satu kejutan terbesar di fase grup Piala Dunia 2026 dan menegaskan bahwa persaingan semakin ketat, bahkan bagi tim-tim unggulan dunia.

Sumber: FIFA.com

(Viz)