Keluhan Warga Banjarmasin Disampaikan Langsung ke PLN Pusat, Target Listrik Normal 4 Agustus

Foto bersama Wakil Wali Kota Banjarmasin (tengah kanan) bersama Sekda dan pihak PLN usai pertemuan di Kantor Pusat PLN, Selasa (28/8). (Foto : Ist)

JURNALKALIMANTAN.COM, JAKARTA – Pemerintah Kota Banjarmasin membawa langsung seluruh keluhan masyarakat terkait pemadaman listrik bergilir ke Kantor Pusat PT PLN (Persero). Langkah tersebut membuahkan kepastian, bahwa durasi pemadaman akan mulai dikurangi sejak Rabu (29/7/2026), sementara normalisasi sistem kelistrikan ditargetkan berlangsung pada 4 Agustus.

Kunjungan ke PLN Pusat di Jakarta, Selasa (28/7), dilakukan Wakil Wali Kota Hj. Ananda bersama Sekretaris Daerah Ichrom Muftezar, atas arahan Wali Kota H. M. Yamin HR.

Rombongan didampingi General Manager PLN Unit Induk Distribusi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (Kalselteng) Iwan Soelistijono, dan diterima Vice President Executive Operasi Distribusi Sumatera Kalimantan PT PLN (Persero) Saleh Siswanto.

Wawali mengatakan, pemerintah daerah datang untuk memastikan seluruh aspirasi masyarakat diterima langsung oleh jajaran pimpinan PLN.

“Mulai dari dampak terhadap UMKM, rumah tangga, sektor usaha, hingga layanan publik. Kami juga meminta penjelasan mengenai penyebab pemadaman, langkah penanganan, serta bentuk kompensasi yang menjadi hak masyarakat,” ujarnya.

Selain meminta percepatan pemulihan pasokan listrik, Pemkot juga menyoroti dampak luas yang dirasakan masyarakat. Tidak hanya aktivitas ekonomi dan pelayanan publik terganggu, pemadaman juga menyebabkan jaringan telekomunikasi ikut lumpuh akibat Base Transceiver Station kehilangan pasokan listrik.

“Ketika listrik padam, sinyal juga ikut hilang. Kondisi ini membuat aktivitas masyarakat, komunikasi, hingga pelayanan menjadi semakin terganggu,” kata Ananda.

Dalam pertemuan itu, Pemkot turut menyampaikan berbagai kerugian yang dialami warga, mulai dari usaha mikro yang kehilangan pendapatan, kerusakan peralatan elektronik, matinya ribuan ternak, hingga Air Susu Ibu yang disimpan di lemari pendingin menjadi rusak.

Sementara itu, PLN menjelaskan bahwa pemadaman bergilir terjadi akibat gangguan pada tiga pembangkit listrik tenaga uap, yakni PLTU Asam-Asam, Stagen, dan Tabalong.

Gangguan tersebut menyebabkan defisit daya sekitar 250 megawatt (MW), pada sistem kelistrikan Kalselteng.

Berdasarkan hasil pembahasan, PLN menyampaikan, bahwa mulai 29 Juli, durasi pemadaman bergilir akan dipangkas menjadi sekitar tiga jam.

Selanjutnya, proses perbaikan ketiga PLTU ditargetkan selesai pada 3 Agustus, sehingga pasokan listrik diharapkan kembali normal tanpa pemadaman bergilir mulai 4 Agustus.

“Tentu kami akan terus mengawal komitmen ini agar benar-benar terealisasi,” tegas Ananda.

Ia menambahkan, Pemkot akan terus berkoordinasi dengan PLN untuk memastikan seluruh komitmen tersebut terlaksana, sekaligus mengawal aspirasi masyarakat hingga pelayanan kelistrikan kembali normal dan andal.

(Adv/Ahmad M)