JURNALKALIMANTAN.COM, HULU SUNGAI TENGAH – Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel) H Muhidin bersama Bupati Hulu Sungai Tengah (HST) Samsul Rizal sidak Pasar Keramat Barabai, Senin (10/8/2026).
Sidak tersebut dalam rangka menindaklanjuti inflasi di Kalsel yang berdasarkan data BPS RI inflasi Kalsel berada pada angka 4,28 persen. Kendati inflasi turun dari sebelumnya pada angka 4,47 persen, hal ini masih menjadi sorotan Kemendagri RI.
Dalam sidak ini, Gubernur H Muhidin dan Bupati Samsul Rizal memonitor langsung harga komoditi beras, ayam, ikan, daging, minyak goreng hingga sayur mayur. Hasilnya, komoditi ayam dan daging mengalami sedikit kenaikan harga yang disebabkan meningkatnya kebutuhan warga HST menjelang peringatan bulan Maulid.
“Kabupaten HST merupakan tertinggi ketiga di wilayah Kalsel setelah Kabupaten Tanah Laut, dan Kabupaten Kotabaru,” ujar Gubernur Kalsel H Muhidin.
H Muhidin menjelaskan, kondisi inflasi di Kabupaten HST sedikit berbeda dengan daerah lain dikarenakan saat ini seluruh masyarakat di Kabupaten HST berbarengan mempersiapkan tradisi peringatan Maulid, yang mana hal ini membuat semua komoditi khususnya ayam, ikan, daging, minyak dan bawang sangat meningkat kebutuhannya.
“Di Barabai saat maulid akan diperingati warga satu bulan penuh pada hampir seluruh desa secara bergiliran. Ini mungkin menjadi salah satu faktor inflasi di HST meningkat. Pedagang pun membenarkan pada tiap menjelang bulan maulid barang pokok pasti naik,” ujarnya
H Muhidin memastikan kondisi inflasi ini tentu akan diintervensi dengan berbagai cara, salah satunya Pemkab HST akan mensubsidi beras di pasaran.
Bupati HST Samsul Rizal melalui Kadisdag Irfan Sunarko menjelaskan, beberapa bulan belakangan pihaknya terus melakukan upaya intervensi dengan melaksanakan operasi pasar murah di seluruh Kecamatan.
“Intervensi inflasi terus dilakukan melalui operasi pasar murah,” kata Irfan.
Ia menambahkan pemerintah daerah akan bekerjasama dengan Bulog mengintervensi komoditi beras menjelang maulid. Jenis berasnya adalah beras siam yang nantinya dinamai ‘Siam Bupati’.
“Saat ini beras siam harganya sekitar Rp15.000 perliter, nantinya akan disubsidi pemerintah daerah sehingga harga beras ‘Siam Bupati’ di Pasar Keramat Barabai bisa menjadi Rp.10.000 perliter,” jelas Irfan Sunarko
Irfan menambahkan, terkait kuota beras subsidi ini akan dilakukan finalisasi pada Rabu (12/8) mendatang.
Sementara itu, Kepala Perum Bulog Barabai, M Riza Wahyudi menambahkan, program intervensi komoditi beras tersebut tetap akan memperhatikan margin keuntungan pedagang agar ekonomi di pasar tetap berputar.
“Pendistribusian berasnya dipastikan pada bulan Agustus ini sebagaimana persiapan maulid dan menekan inflasi,” pungkasnya.
(Rz)













