JURNALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalimantan Selatan meminta satuan pendidikan menyesuaikan kegiatan pembelajaran dengan kondisi kabut asap di sejumlah wilayah.
Kepala Disdikbud Kalsel, H Abdul Rahim, menegaskan kesehatan dan keselamatan warga sekolah menjadi prioritas. Hal itu disampaikan melalui Surat Edaran Disdikbud Kalsel yang ditetapkan di Banjarbaru, 18 Agustus 2026.
Sekolah diminta memberikan edukasi terkait dampak kabut asap dan mendorong penggunaan masker sesuai rekomendasi kesehatan. Perhatian khusus juga diberikan kepada peserta didik dan warga sekolah yang rentan terhadap paparan asap.
Jika kualitas udara memburuk dan membahayakan kesehatan, kepala satuan pendidikan dapat menyesuaikan kegiatan pembelajaran dengan berkoordinasi bersama pengawas sekolah dan Disdikbud Kalsel.
“Jika tatap muka tidak memungkinkan, sekolah dapat menerapkan pembelajaran dari rumah atau metode lain yang sesuai,” ujar Rahim, ketika di konfirmasi usai rapat paripurna DPRD Kalsel, Rabu (26/8/2026).
Penyesuaian tersebut tetap harus memperhatikan mutu pembelajaran dan ketercapaian tujuan pendidikan.
Sekolah juga diminta memperkuat koordinasi dengan Dinas Kesehatan atau Puskesmas, BPBD, aparat kewilayahan, serta orang tua atau wali peserta didik jika kondisi kabut asap semakin memburuk.
Setiap kondisi yang berdampak signifikan terhadap kesehatan warga sekolah, kegiatan pembelajaran, maupun keselamatan satuan pendidikan wajib segera dilaporkan kepada pengawas sekolah dan Disdikbud Kalsel.
“Setiap keputusan harus mengutamakan keselamatan dan kesehatan, dengan tetap menjamin keberlanjutan layanan pendidikan,” tegas Rahim. (YUN)
Kabut Asap Selimuti Kalsel, Disdikbud Sesuaikan Pembelajaran Sekolah













