Lomba Video Antikorupsi 2026 Digelar di Banjarmasin, Terbuka untuk Pelajar hingga Masyarakat

JURNALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin mendorong aparatur sipil negara (ASN) dan masyarakat ikut menyuarakan nilai-nilai antikorupsi melalui karya audiovisual.

Ajakan tersebut diwujudkan melalui Lomba Video Antikorupsi 2026 yang digelar Sekretariat Penyuluh Antikorupsi (PAKSI) Banjarmasin sebagai bagian dari rangkaian Hari Jadi ke-500 Kota Banjarmasin sekaligus menyambut Hari Antikorupsi Sedunia (Harkodia).

Peserta lomba diajak mengangkat pesan pencegahan korupsi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Di antaranya keberanian menolak pungutan liar (pungli), tidak memberi maupun menerima gratifikasi, serta membangun budaya kejujuran.

Pelaksanaan lomba tersebut merupakan arahan Wali Kota Banjarmasin H.M. Yamin HR. Pendekatan kreatif melalui video dinilai dapat menjadi media edukasi yang lebih mudah diterima masyarakat, khususnya generasi muda.

Pelaksana Tugas (Plt) Inspektur Kota Banjarmasin Rabiatul Adawiyah mengatakan, pemberantasan korupsi tidak cukup hanya mengandalkan penegakan hukum.

Menurutnya, edukasi dan kesadaran masyarakat perlu diperkuat secara berkelanjutan, termasuk terhadap praktik-praktik yang selama ini dianggap sebagai pelanggaran kecil.

“Pencegahan korupsi tidak cukup hanya mengandalkan penegakan hukum. Edukasi dan kesadaran masyarakat juga harus diperkuat melalui Sekretariat PAK Banjarmasin, termasuk untuk mencegah praktik yang sering dianggap kecil seperti pungli dan gratifikasi,” kata Rabiatul di Banjarmasin, Rabu (9/9/2026).

Ia menilai media audiovisual memiliki potensi besar sebagai sarana edukasi karena pesan integritas dapat disampaikan melalui cerita yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Karena itu, karya peserta diharapkan tidak hanya menampilkan kampanye antikorupsi, tetapi juga menggambarkan tindakan sederhana yang dapat dilakukan masyarakat, seperti berani menolak pungli, menolak gratifikasi dan menjaga kejujuran.

Dalam penyelenggaraannya, Pemko Banjarmasin menggandeng Forum Sineas Banua. Sejumlah praktisi dan profesional di bidang sinematografi dari forum tersebut dilibatkan sebagai dewan juri.

Lomba dibuka dalam dua kategori. Kategori SKPD/Instansi Pemko Banjarmasin diperuntukkan bagi jajaran pemerintah daerah, sedangkan kategori umum terbuka bagi pelajar, mahasiswa, komunitas dan masyarakat umum.

Karya yang dikirimkan harus berdurasi 3–5 menit, menggunakan rasio 16:9 dan kualitas High Definition (HD).
Pendaftaran sekaligus pengumpulan karya dibuka mulai 1 Agustus hingga 30 September 2026 pukul 23.59 WITA.

Panitia menyiapkan hadiah uang pembinaan senilai belasan juta rupiah beserta sertifikat bagi para pemenang.

Melalui kompetisi tersebut, pesan antikorupsi diharapkan tidak berhenti sebagai slogan atau kampanye semata, tetapi dapat diwujudkan dalam karya kreatif yang mampu menjangkau masyarakat secara lebih luas.

(Adv/Ang)