JURNALKALIMANTAN.COM, BALANGAN – Pemerintah Kabupaten Balangan menghadapi tantangan fiskal dalam penyusunan APBD Tahun Anggaran 2027. Salah satu faktor yang menjadi perhatian adalah proyeksi penurunan produksi batubara yang berpotensi berdampak terhadap penerimaan daerah.
Hal tersebut disampaikan Bupati Balangan H. Abdul Hadi dalam pidatonya yang dibacakan Sekretaris Daerah, pada Rapat Paripurna DPRD Balangan, terkait penyampaian Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) APBD Tahun Anggaran 2027, Senin (14/9/2026).
Dalam pidatonya, Bupati menyebut kondisi global, fluktuasi harga komoditas energi, faktor cuaca, hingga kebijakan pemerintah pusat turut memengaruhi kemampuan fiskal daerah.
Produksi batubara pada 2027 diperkirakan mengalami penurunan sekitar 13,7 persen, dari 58 juta metrik ton menjadi 50 juta metrik ton.
Penurunan produksi tersebut diperkirakan berdampak terhadap laba perusahaan dan pada akhirnya berpengaruh terhadap penerimaan daerah, baik melalui royalti maupun Dana Bagi Hasil (DBH).
Di tengah kondisi tersebut, Pemkab Balangan menyatakan tetap berkomitmen menjaga program prioritas pembangunan yang telah disepakati dalam Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) 2027.
Pemerintah menegaskan keterbatasan fiskal tidak boleh mengorbankan pelayanan dasar kepada masyarakat.
Dalam Raperda APBD 2027, pendapatan daerah diproyeksikan sebesar Rp1,655 triliun, sedangkan belanja daerah mencapai Rp2,261 triliun.
Dengan demikian, terdapat defisit anggaran sekitar Rp606,27 miliar yang direncanakan ditutup melalui penerimaan pembiayaan berupa Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) dan pinjaman daerah.
Bupati menegaskan, penurunan angka dalam rancangan APBD bukan berarti pemerintah mengurangi komitmen terhadap pembangunan. Menurutnya, kondisi tersebut merupakan bentuk penyesuaian terhadap kemampuan fiskal daerah yang turut dipengaruhi situasi global dan kebijakan pemerintah pusat.
Pemkab Balangan selanjutnya mendorong pembahasan secara mendalam bersama DPRD agar APBD 2027 dapat disempurnakan, sekaligus tetap berorientasi pada kepentingan masyarakat Bumi Sanggam.
(Adv/Ang)













