JURNALKALIMANTAN.COM, PULANG PISAU – Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) memasuki musim kemarau.
Salah satu wilayah yang menjadi perhatian adalah Desa Tumbang Nusa, yang masuk dalam fokus antisipasi pemerintah daerah.
Langkah tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Penanganan Karhutla yang dipimpin Bupati Pulang Pisau Ahmad Rifa’i bersama Wakil Bupati Ahmad Jayadikarta di Ruang Rapat Bupati, Kamis (16/7).
Wakil Bupati Pulang Pisau Ahmad Jayadikarta mengatakan, kesiapan sarana dan prasarana menjadi salah satu hal yang perlu diperkuat untuk memastikan penanganan kebakaran dapat dilakukan secara cepat apabila terjadi di wilayah rawan.
“Kami mengajak seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mendukung penyediaan sarana dan prasarana pemadam kebakaran sesuai kemampuan masing-masing, sehingga penanganan di lapangan dapat dilakukan dengan lebih cepat dan efektif,” ujar Jayadikarta.
Selain dukungan peralatan, Pemkab Pulang Pisau juga mendorong keterlibatan personel dari masing-masing OPD.
Jayadikarta mengusulkan setiap OPD menugaskan perwakilan personel untuk membantu Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) apabila terjadi kebakaran di Desa Tumbang Nusa maupun wilayah lain yang memiliki potensi karhutla.
Rakor tersebut sekaligus membahas kesiapan personel, peralatan, serta penguatan koordinasi lintas sektor dalam menghadapi potensi kebakaran selama musim kemarau.
Pemerintah daerah menilai penanganan karhutla tidak dapat dilakukan oleh satu instansi saja. Dukungan TNI, Polri, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, perangkat daerah, hingga masyarakat diperlukan untuk memperkuat deteksi dini dan respons cepat terhadap kemunculan titik api.
Selain kesiapan di lapangan, upaya pencegahan juga terus didorong melalui sosialisasi kepada masyarakat serta peningkatan kewaspadaan di wilayah yang rawan kebakaran.
Pemkab Pulang Pisau berkomitmen memperkuat langkah antisipatif guna menekan risiko karhutla, menjaga keselamatan masyarakat, melindungi lingkungan, serta meminimalkan dampak kabut asap di wilayah setempat.
(Adv/Diskominfostandi Pulpis)













