Reses di Simpang Jelai, Ilham Noor Tampung Keluhan Jalan dan Bansos

Reses anggota DPRD Kalsel Ilham Nor di kecamatan Banjarmasin Selatan, kota Banjarmasin

JURNALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Ilham Nor, S.T. menyerap aspirasi warga RT 20, kawasan Simpang Jelai, Kelurahan Mantuil, Banjarmasin Selatan, Sabtu (7/11/2026).

Dalam reses tersebut, warga menyampaikan sejumlah persoalan, mulai dari kondisi jalan, penomoran rumah, kebutuhan peralatan pemadam kebakaran, hingga bantuan sosial.

Ilham mengatakan, jalan lingkungan di kawasan itu perlu diperlebar dari dua menjadi tiga meter. Selain itu, penomoran rumah juga perlu ditata untuk memudahkan warga menerima surat dan menemukan alamat tempat tinggal.

“Jalan lingkungan perlu mendapat perhatian, termasuk pelebaran dari dua menjadi tiga meter. Penataan nomor rumah juga penting agar lingkungan lebih tertib dan memudahkan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Ilham Nor.

Sekretaris komisi I DPRD Kalsel ini juga menyoroti kebutuhan sarana pemadam kebakaran karena lokasi Simpang Jelai cukup terpencil dan sulit dijangkau kendaraan pemadam dari luar. Warga mengusulkan pengadaan alat pemadam portabel.

Disela reses, Ilham Nor, ikut membantu warga dalam membersihkan jalan lingkungan di kecamatan Banjarmasin Selatan

Ketua RT 20, Robin, mengatakan, jalan dari Simpang Jelai menuju SDN Basir 10 memiliki panjang sekitar 1,5 kilometer. Sebagian ruas masih berupa tanah urukan yang mudah terkikis saat hujan dan air pasang.

“Jalan ini perlu diperlebar dari dua menjadi tiga meter. Kami juga berharap ada peningkatan jalan, terutama bagian yang masih berupa tanah,” ungkapnya.

Robin menambahkan, warga telah membentuk barisan pemadam kebakaran (BPK), tetapi belum memiliki peralatan. Karena itu, ia berharap bantuan berupa alkon portabel dan perlengkapan pendukung dapat diberikan.

Aspirasi lainnya berkaitan dengan dugaan pencatutan identitas warga untuk pemasangan listrik yang berdampak pada terhentinya bantuan Program Keluarga Harapan (PKH).

Salah seorang warga, Misriani, mengaku namanya digunakan pihak lain untuk pengajuan pemasangan listrik. Akibatnya, ia tidak lagi menerima bantuan PKH selama sembilan bulan terakhir.

“Saya berharap masalah ini diselesaikan dan bantuan PKH bisa kembali diterima. Bantuan tersebut sangat diperlukan untuk kebutuhan anak sekolah,” harapnya.

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Ilham menyatakan akan mengupayakan tindak lanjut melalui koordinasi dengan pemerintah dan instansi terkait.

“Kami akan menampung seluruh aspirasi ini dan mengoordinasikannya dengan pihak terkait agar bisa ditindaklanjuti. Harapannya, persoalan jalan, fasilitas pemadam kebakaran, hingga bantuan sosial warga mendapat solusi,” tegas wakil rakyat fraksi Partai Gerindra Kalsel ini. (YUN)