JURNALKALIMANTAN.COM,BARITO KUALA – Generasi muda memiliki peran strategis dalam menentukan arah pembangunan bangsa. Tidak cukup hanya mengandalkan kecerdasan dan kemampuan teknologi, pemuda juga dituntut memiliki karakter kuat, semangat pantang menyerah, serta kepedulian terhadap lingkungan sosial.
Pesan tersebut menjadi penekanan dalam peringatan Hari Sumpah Pemuda (HSP) ke-98 yang digelar Pemerintah Kabupaten Barito Kuala (Pemkab Batola) di halaman Kantor Bupati Barito Kuala, Senin (2/11).
Mengusung tema nasional “Patriot, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia”, upacara dipimpin Wakil Bupati Batola H. Herman Susilo, selaku pembina upacara.
Dalam kesempatan itu, Herman membacakan sambutan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI yang mengingatkan kembali semangat persatuan para pemuda pada 1928. Ikrar Sumpah Pemuda menjadi bukti bahwa perbedaan bukan penghalang untuk membangun tekad bersama sebagai satu bangsa, Indonesia.
Menurut pesan Menpora, kemajuan bangsa tidak semata-mata ditentukan oleh megahnya infrastruktur, kecanggihan teknologi, maupun melimpahnya sumber daya alam. Lebih dari itu, pembangunan harus bertumpu pada kualitas manusia yang memiliki karakter dan kecintaan terhadap tanah air.
“Kita ingin membangun Indonesia yang maju. Namun, kemajuan sejati dimulai dari manusia. Dari karakter. Dari hati yang mencintai tanah air, dari jiwa yang tidak menyerah, dan dari kepedulian terhadap sesama,” papar Herman.
Ada tiga karakter utama yang diharapkan melekat pada generasi muda, yakni patriotik, gigih, dan berempati.
Patriotik diwujudkan melalui kecintaan terhadap Indonesia yang dibuktikan dengan pengabdian dan tindakan nyata. Sementara kegigihan diperlukan agar pemuda tidak mudah menyerah ketika menghadapi tantangan dan kegagalan.
Adapun empati menjadi landasan agar generasi muda tidak hanya mengejar keberhasilan pribadi, tetapi juga memiliki kepekaan terhadap kondisi dan kebutuhan masyarakat di sekitarnya.
“Patriotisme tanpa kepedulian akan kehilangan maknanya. Kegigihan tanpa nurani akan kehilangan arahnya. Dan kemajuan tanpa kemanusiaan bukanlah kemajuan yang sesungguhnya,” lanjut Herman mengutip sambutan Menpora.

Melalui momentum tersebut, pemuda di Kabupaten Barito Kuala diajak untuk terus mengembangkan potensi, berani bermimpi besar, dan bekerja keras mewujudkan cita-cita. Generasi muda juga diharapkan mampu menjadi pribadi yang tangguh, berani mengambil peran kepemimpinan, tetapi tetap mengedepankan sikap melayani dan kepedulian terhadap sesama.
Peringatan HSP ke-98 tersebut sekaligus menjadi momentum Pemkab Batola memberikan apresiasi kepada masyarakat yang telah menunjukkan kontribusi dan prestasi.
Dalam rangkaian kegiatan, Wakil Bupati bersama jajaran undangan kehormatan menyerahkan piagam penghargaan kepada 12 pemenang Lomba Inovasi Daerah tingkat Kabupaten Barito Kuala Tahun 2026 serta 36 pemuda berprestasi.
Penghargaan tersebut menjadi bentuk pengakuan pemerintah daerah terhadap kreativitas, inovasi, dan kontribusi generasi muda dalam mendukung kemajuan Kabupaten Barito Kuala.
Upacara turut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Barito Kuala, jajaran Forkopimda, Kepala BNNK Batola, Kepala Kantor Kementerian Agama Batola, perwakilan Yon TP KSW, perwakilan Kompi 1 Batalyon A Pelopor, Ketua TP PKK Batola, Ketua KNPI Batola, pimpinan OPD, serta organisasi kepemudaan lainnya.
(Adv/Ang)













