‎Ahmad Sarwani Desak BWS Selamatkan Pembudidaya Ikan

Ahmad Sarwani, Anggota Komisi III DPRD Kalsel fraksi Partai Nasdem

JURNALKALIMANTA.COM, ‎BANJAR – Anggota Komisi III DPRD Kalimantan Selatan dari Fraksi Partai NasDem, Ahmad Sarwani, mendesak Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan III segera mengambil langkah konkret menyikapi penurunan debit air yang diduga menjadi penyebab kematian ikan massal di sejumlah keramba budidaya di Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar.

‎Dalam tiga hari terakhir, berton-ton ikan, baik yang siap panen maupun masih dalam masa pembesaran, dilaporkan mati. Peristiwa ini diperkirakan menyebabkan kerugian hingga ratusan juta rupiah bagi para pembudidaya yang menggantungkan mata pencaharian dari usaha perikanan.

‎Sarwani mengatakan, penurunan debit air di sepanjang aliran irigasi Riam Kanan telah memberikan dampak besar terhadap para pembudidaya ikan.

‎”Pembudidaya ikan di sepanjang aliran irigasi terkena dampak dari penurunan debit air Riam Kanan. Hal ini menimbulkan kerugian besar bagi para peternak ikan. Ratusan pembudidaya menggantungkan hidupnya dari hasil panen tersebut,” ujarnya kepada Jurnalkalimantan.com, Jum’at (10/7/2026).

‎Menurutnya, kondisi ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut dan membutuhkan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan untuk mencari solusi.

“Dengan adanya musibah ini perlu dilakukan upaya konkret dari semua stakeholder untuk mengatasinya,” kata Sarwani.

‎Ia juga menyayangkan belum adanya tanggapan resmi dari BWS Kalimantan III, padahal Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Banjar telah lebih dahulu melayangkan surat permohonan informasi dan penjelasan terkait penyebab penurunan debit air.

“Balai Wilayah Sungai Kalimantan III hendaknya dapat memberi reaksi atas keluhan yang dialami warga. Kendati sudah dilayangkan surat, belum ada tanggapan resmi dari pihak balai. Ini sangat disayangkan karena kalau terus berlarut-larut akan berdampak fatal bagi para pembudidaya kita,” tegas Wakil rakyat dapil kabupaten Banjar itu.

‎Fenomena kematian ikan massal ini terjadi di sejumlah lokasi keramba, di antaranya Desa Sungai Asam, Desa Sungai Arfat, dan Desa Mali-Mali, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar. Para pembudidaya menduga menurunnya debit aliran sungai menyebabkan kualitas air memburuk dan kandungan oksigen berkurang, sehingga memicu kematian ikan secara massal.

‎Selain mengalami kerugian yang ditaksir mencapai ratusan juta rupiah karena banyak ikan siap panen mati, para pembudidaya juga berharap pemerintah segera memberikan bantuan serta solusi jangka panjang agar kejadian serupa tidak terus berulang setiap musim.

Sebelumnya, DKPP Kabupaten Banjar telah mengirimkan surat bernomor 500.5.3/384/DKPP tertanggal 5 Juli 2026 kepada BWS Kalimantan III.

‎Dalam surat tersebut, DKPP meminta penjelasan mengenai penyebab penurunan debit Sungai Martapura, mengusulkan agar sebagian aliran irigasi dialihkan ke sungai untuk menambah debit air, serta meminta penjelasan mengenai langkah mitigasi yang akan dilakukan guna menjaga ketersediaan air bagi masyarakat dan sektor perikanan budidaya. (YUN)