JURNALKALIMANTAN.COM, BARITO KUALA – Setiap kali debit air mulai meningkat, warga Desa Jambu Baru, Kecamatan Kuripan, kembali dihantui persoalan lama. Jalan Kutabamara, satu-satunya akses utama menuju Ibu Kota Kabupaten Barito Kuala, kembali terendam banjir hingga menghambat aktivitas masyarakat.
Akibat kondisi tersebut, kendaraan roda dua kerap mogok saat melintas, sementara sebagian pengendara mobil memilih tidak mengambil risiko. Anak-anak sekolah terpaksa memutar jalur lebih jauh, sedangkan aktivitas ekonomi warga ikut terganggu.
Banjir yang merendam ruas penghubung Desa Jambu Baru menuju Desa Balukung, Kecamatan Bakumpai, disebut warga hampir terjadi setiap tahun.
Dampaknya tidak hanya menghambat mobilitas, tetapi juga memukul sektor ekonomi masyarakat.
Hasil pertanian warga kerap terlambat dipasarkan bahkan membusuk karena sulit diangkut keluar desa. Akses layanan kesehatan pun ikut terdampak, ketika warga sakit kesulitan menuju puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat.
Pada 2025 lalu, harapan sempat muncul setelah Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) melakukan peningkatan jalan sepanjang sekitar 500 meter.
Namun, warga menilai pembangunan tersebut belum menyentuh seluruh titik rawan banjir.
Kepala Desa Jambu Baru, Asliannoor mengatakan, Jalan Kutabamara memiliki peran vital, karena menjadi satu-satunya akses masyarakat menuju pusat pemerintahan kabupaten.
“Tentunya hal ini sangat berpengaruh dalam meningkatkan ekonomi masyarakat. Dengan jalan bagus akan mempermudah masyarakat untuk melakukan aktivitas,” ujarnya, Selasa (16/6/2026).
Ia berharap Pemkab dapat melanjutkan pembangunan jalan, terutama pada titik-titik yang selama ini paling sering terendam saat musim banjir.
“Agar aktivitas masyarakat bisa berjalan dengan lancar, peran serta Pemda Batola sangat diperlukan untuk membangun jalan tersebut. Setidaknya pada musim banjir, jalan tersebut tidak tenggelam seperti tahun-tahun sebelumnya,” katanya.
Berdasarkan pantauan di lapangan, alat berat milik Dinas PUPR mulai melakukan penimbunan dan pemadatan material di sejumlah ruas jalan, dalam rangka menindaklanjuti keluhan masyarakat.
Warga Jambu Baru dan Balukung kini berharap, pembangunan Jalan Kutabamara dapat dilanjutkan secara bertahap setiap tahun dengan prioritas pada titik yang paling rawan terendam, agar akses transportasi dan roda perekonomian masyarakat tidak lagi lumpuh saat banjir datang.
(Alibana/Ahmad M)













