JURNALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Bank Kalsel bersama Pemerintah Kota Banjarmasin berkolaborasi menyelenggarakan kegiatan literasi keuangan bertajuk “Bank Kalsel Mengajar” di SMA Negeri 6 Banjarmasin.
Kegiatan ini bertujuan membekali pelajar dengan pengetahuan dan keterampilan dalam mengelola keuangan secara bijak, mulai dari menabung, menyusun anggaran, hingga membedakan antara kebutuhan dan keinginan.
Selain itu, kegiatan yang turut dihadiri Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin, Direktur Kepatuhan Bank Kalsel, Kepala Cabang Bank Kalsel Banjarmasin, serta jajaran terkait lainnya.
Melalui kegiatan ini diharapkan mampu menciptakan generasi yang mandiri secara finansial, terhindar dari utang konsumtif, serta mampu mengambil keputusan keuangan yang bertanggung jawab sejak dini.
Dalam sambutannya, Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin menekankan pentingnya budaya literasi sebagai kebiasaan untuk menambah wawasan dan membangun sumber daya manusia yang unggul dan berkualitas.
“Literasi tidak hanya sekadar membaca, tetapi juga memahami. Terima kasih kepada Bank Kalsel, guru SMAN 6, dan kepala sekolah yang terus bersemangat memberikan ilmu kepada para siswa agar semakin maju,” ujarnya.
Yamin juga menyoroti perkembangan teknologi yang semakin erat dengan kebiasaan finansial masyarakat. Menurutnya, pelajar perlu mampu beradaptasi dengan perkembangan tersebut sekaligus memahami risiko yang menyertainya.
“Kebiasaan pembayaran non-tunai membawa kemudahan bagi masyarakat. Namun di balik kepraktisan itu, terdapat celah yang kerap diabaikan,” katanya.
Ia mengingatkan maraknya berbagai modus penipuan digital, seperti penggunaan kode QR palsu, tautan hadiah jebakan, hingga penyalahgunaan data pribadi dan kode OTP.
“Sudah ada kasus QRIS di warung diganti pihak tak bertanggung jawab. Jika tidak paham, siapa saja bisa menjadi korban,” tambahnya.
Melalui program ini, pemerintah dan sektor perbankan berupaya memberikan edukasi langsung kepada pelajar agar tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengubah perilaku dalam mengelola keuangan.
Tak hanya soal keuangan, Yamin juga menekankan pentingnya kepedulian terhadap lingkungan, khususnya dalam pengelolaan sampah. Ia mengajak pelajar untuk mulai memilah sampah dari rumah dan sekolah serta mengolah sampah organik menjadi kompos.
(Adv/Bank Kalsel)













