Nobar Film LAFRAN Bersama MN KAHMI di Banjarmasin Dipenuhi Penonton Muda

Suasana MN KAHMI saat gelar roadshow nonbar Film LAPRAN

JURNALJALIMANATAN.COM, BANJARMASIN – Majelis Nasional (MN) Korps Alumni Himpunan Mahasiwa Islam (KAHMI) melanjutkan safari nobar Film Lafran ke kota-kota di Indonesia. Kali ini, dilangsungkan di Kota Seribu Sungai yaitu Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan, Sabtu (22/6/2024).

Kegiatan ini dihadiri Koordinator Presidium (Korpres) MN KAHMI Ahmad Doli Kurnia Tandjung, Korpres Majelis Wilayah KAHMI Kalsel Ahmadi Hasan, Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina, Kepala Subdirektorat Sosial Budaya Polda Kalimantan Selatan Kompol Danu Hudaya, perwakilan BIN Daerah Kalsel Kolonel Inf. Arman Aris Sallo, keluarga besar HMI dan KAHMI se-Kalsel, dan perwakilan aktivis Cipayung, termasuk mayoritas orang muda.

Total ada sekitar 820 penonton yang hadir, antusias menyaksikan film biopik perjalanan pendiri HMI Lafran Pane.

Korpres MN KAHMI Ahmad Doli Kurnia mengatakan, film ini digagas tujuh tahun lalu oleh Ketua Dewan Penasihat MN KAHMI Akbar Tanjung. Film tersebut akhirnya terwujud setelah melewatkan banyak dinamika.

“Prosesnya memakan waktu lama dan berliku-liku. Tapi, alhamdulillah, akhirnya terwujud dan dilanjutkan oleh Eksekutif Produser Muhammad Arief Rosyid Hasan,” ujarnya.

Menurut, Doli, Film Lafran bukan hanya tentang pendirian HMI, tapi juga bagaimana ketika saat itu bangsa Indonesia merebut dan mempertahankan kemerdekaan RI. Sehingga kata dia, penting untuk ditonton oleh para generasi muda.

“Film ini bercerita tentang perjalanan bangsa kita dalam memperebutkan kemerdekaan, menjadi negara yang berdaulat dan mempertahankan kemerdekaan. Jadi, anak-anak muda, pelajar, mahasiswa, penting untuk menanamkan nilai-nilai luhur keindonesiaan dan keislaman yang ditekankan oleh Ayahanda Lafran Pane,” ungkap Doli.

Ketua Komisi II DPR ini juga mengharapkan Film Lafran semakin banyak ditonton dan penayangannya tetap bertahan di semua bioskop.

“Film Lafran ini sudah tayang serentak 20 Juni 2024. Mudah-mudahan film ini bisa bertahan lama di bioskop-bioskop,” kata Doli.

Film Lafran mengisahkan perjalanan hidup Lafran Pane, yang telah diakui sebagai pahlawan nasional atas dedikasinya dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia dan kontribusinya dalam dunia pendidikan serta pergerakan mahasiswa. Pembuatan film ini diinisiasi Ketua Dewan Penasihat KAHMI Akbar Tanjung yang memiliki visi mengenalkan lebih luas sosok Lafran Pane kepada generasi muda.

Diwawancarai terpisah, Eksekutif Produser Film Lafran yang juga pengurus MN KAHMI Muhammad Arief Rosyid Hasan menyebutkan, Film ini bisa menjadi media pembelajaran efektif, serta membangkitkan semangat cinta tanah air dan keislaman di kalangan generasi muda.

“Dengan visualisasi yang menarik dan narasi yang kuat, kami berharap film ini dapat menanamkan nilai-nilai luhur perjuangan, keindonesiaan, serta keislaman yang moderat kepada penonton, khususnya di kalangan pelajar dan mahasiswa,” ucapnya.

Selain itu, Ketua Umum Pengurus Besar HMI periode 2013–2015 ini menuturkan, Film Lafran bisa menjadi pilihan di tengah gempuran film horor. Karena itu, Arief juga berharap dengan kehadiran Film Lafran, semakin banyak generasi muda mengenal sosok Lafran Pane, yang telah ditetapkan sebagai pahlawan nasional pada 2017 oleh Presiden.

“Kami di keluarga besar HMI dan KAHMI berharap semakin banyak masyarakat yang mengenal dan mengapresiasi perjuangan Lafran Pane, serta terinspirasi untuk berkontribusi lebih dalam pembangunan bangsa Indonesia melalui Film Lafran,” tutur pria yang pernah dipercaya menjadi Komandan Tim Kampanye Nasional Pemilih Muda (Fanta) Prabowo-Gibran ini.

Film Lafran diproduksi MN KAHMI berkolaborasi dengan Reborn Initiative dan Radepa Studio. Film ini juga dibintangi sederet artis papan atas yakni Dimas Anggara sebagai Lafran Pane. Selain itu, ada pula sineas senior Mathias Muchus, Aryo Wahab, Lala Karmela, Alfie Alfandi, Ratna Riantiarno, Farandika, hingga Nabil Lunggana.

Dalam nobar penayangan serentak Film Lafran di Djakarta Theater, hadir sederet tokoh nasional. Di antaranya Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Akbar Tanjung, Plh. Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri Togap Simangunsong, serta Rektor Universitas Yayasan Rumah Sakit Islam Indonesia (Yarsi) Prof. Fasli Jalal.

(Rilis/YUNN)