JURNALKALIMANTAN.COM, JAKARTA – Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI), Erick Thohir, mewakili Presiden Prabowo Subianto resmi membuka Kongres Biasa PSSI Tahun 2026 di Hotel Fairmont, Jakarta, belum lama tadi.
Dalam kesempatan tersebut, Erick menyampaikan amanat Presiden yang menegaskan komitmen pemerintah untuk mendorong kemajuan sepak bola nasional, termasuk target ambisius untuk membawa Indonesia tampil di Piala Dunia 2030.
“Saya memandang Indonesia layak untuk tampil di Piala Dunia 2030. Bukan hal yang mudah, tapi kita harus berupaya semaksimal mungkin. Pemerintah akan terus memberikan dukungan penuh terhadap kerja keras PSSI dan Tim Nasional Indonesia,” ujar Erick.
Menurutnya, sebagai bangsa besar, Indonesia harus memiliki keberanian dan cita-cita tinggi, yang diwujudkan melalui kerja keras, disiplin, dan persatuan.
Lebih lanjut, Erick menekankan bahwa sepak bola tidak hanya soal pertandingan, tetapi juga sarat nilai yang berperan dalam membentuk karakter bangsa.
“Di lapangan hijau, kita belajar bahwa tidak ada kemenangan tanpa disiplin, tidak ada prestasi tanpa pengorbanan, dan tidak ada kejayaan tanpa kerja sama. Membangun sepak bola sejatinya adalah membangun karakter bangsa,” katanya.
Ia juga menyoroti bagaimana sepak bola mampu menjadi pemersatu bangsa. Menurutnya, setiap pertandingan Timnas selalu menghadirkan semangat kebersamaan tanpa sekat perbedaan.
“Setiap kali Tim Nasional Indonesia bertanding, kita melihat Merah Putih mampu menyatukan seluruh rakyat Indonesia. Tidak ada lagi perbedaan suku, agama, daerah, maupun latar belakang; yang ada hanyalah satu identitas: Indonesia,” ungkapnya.
Dalam arah kebijakan ke depan, pemerintah telah meminta penyusunan blueprint Tim Nasional Indonesia menuju Piala Dunia 2030 sebagai peta jalan pembangunan sepak bola nasional secara berkelanjutan.
“Pemerintah akan terus hadir melalui pendanaan, pembangunan infrastruktur, penguatan pembinaan usia dini, peningkatan kualitas sumber daya manusia olahraga, serta berbagai kebijakan yang mendukung kemajuan sepak bola nasional,” tegas Erick.
Ia menambahkan, target besar tersebut tidak bisa dicapai sendiri oleh pemerintah atau PSSI, melainkan membutuhkan kolaborasi seluruh pihak.
“Ini adalah kerja besar bangsa Indonesia. Klub, akademi, pelatih, pemain, suporter, pemerintah daerah, dunia usaha, media, dan seluruh masyarakat harus berjalan dalam satu semangat yang sama,” ujarnya.
Menutup sambutannya, Erick mengajak seluruh peserta kongres untuk menjaga profesionalisme dan persatuan demi kemajuan sepak bola Indonesia.
“Mari kita bekerja sama, bergandengan tangan, dan menjaga semangat gotong royong agar cita-cita Indonesia tampil di Piala Dunia dapat kita wujudkan,” pungkasnya. (Viz)













