Pemkab Tanah Bumbu Perkuat Pengawasan BBM dan LPG Bersubsidi Jelang Nataru

Pemkab Tanah Bumbu Perkuat Pengawasan BBM dan LPG Bersubsidi Jelang Nataru. (Foto: Ist)

JURNALKALIMANTAN.COM, TANAH BUMBU – Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu memperkuat koordinasi pengawasan bahan bakar minyak (BBM) dan LPG bersubsidi guna memastikan ketersediaan energi bagi masyarakat menjelang Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 (Nataru).

Langkah tersebut dilakukan melalui Rapat Koordinasi (Rakor) Satuan Tugas (Satgas) Pengawasan, Penyediaan, dan Pendistribusian BBM dan LPG Bersubsidi Provinsi Kalimantan Selatan di Banjarbaru, Selasa (6/10/2026).

Bupati Tanah Bumbu Andi Rudi Latif diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, M. Putu Wisnu Wardhana, dalam kegiatan tersebut.

Keikutsertaan Pemkab Tanah Bumbu menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi lintas sektor untuk mengantisipasi potensi peningkatan kebutuhan energi masyarakat pada penghujung tahun.

Bupati Andi Rudi Latif menilai penguatan koordinasi dan pengawasan diperlukan agar ketersediaan serta distribusi BBM dan LPG bersubsidi tetap terjaga, terutama ketika mobilitas masyarakat meningkat selama periode libur akhir tahun.

Melalui pengawasan terpadu dan dukungan data yang akurat, pemerintah berharap penyaluran energi bersubsidi dapat berjalan sesuai kebutuhan dan ketentuan yang berlaku.

Sementara itu, Kepala Biro Perekonomian Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Eddy Elimsyah Jaya, menyampaikan bahwa kuota BBM di Kalsel masih mencukupi. Meski demikian, langkah antisipasi tetap disiapkan untuk menghadapi kemungkinan peningkatan konsumsi menjelang akhir tahun.

Menurutnya, momentum Natal dan Tahun Baru berpotensi meningkatkan mobilitas masyarakat. Kondisi tersebut dapat berdampak terhadap kebutuhan BBM sehingga kesiapan pasokan dan kelancaran distribusi perlu diperhatikan sejak dini.

Melalui koordinasi pemerintah provinsi dan kabupaten, pengawasan terhadap penyediaan serta pendistribusian BBM dan LPG bersubsidi diharapkan semakin optimal. Dengan demikian, kebutuhan energi masyarakat menjelang Nataru dapat terpenuhi dan potensi gangguan distribusi dapat diantisipasi lebih awal.

(Adv/Ags)