Perebutan Juara Berlangsung Meriah, Khuznul Anang-Nyoman Latre Juara Ganda Utama PB Al-Wafa 2026

Foto bersama para pemenang turnamen akbar bulutangkis internal PB Al-Wafa Banjarmasin tahun 2026, Rabu (26/8/26). (Foto: Ist)

JURNALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Partai final turnamen akbar bulutangkis internal Persatuan Bulu Tangkis (PB) Al-Wafa Banjarmasin tahun 2026 berlangsung semarak dan penuh antusiasme. Kompetisi yang digelar dalam rangka memperingati HUT ke-81 Republik Indonesia tersebut melahirkan sejumlah juara dari tiga kategori yang dipertandingkan.

Partai final berlangsung di Lapangan Jambrud, Kota Banjarmasin, Rabu (26/8/2026).

Turnamen tersebut mempertandingkan tiga kategori, yakni Ganda Kelas Utama, Ganda Kelas B, dan Tunggal Putra. Masing-masing kategori diikuti puluhan anggota PB Al-Wafa.

Untuk kategori ganda, masing-masing kelas diikuti 32 pasangan. Sementara kategori Tunggal Putra diikuti 32 peserta. Khusus nomor ganda, pasangan peserta ditentukan melalui sistem undian.

Pada kategori Ganda Kelas Utama, pasangan Khuznul Anang dan Nyoman Latre berhasil keluar sebagai juara pertama. Posisi kedua ditempati Humaidi dan Sotejo, disusul Alfi dan Sulaiman di peringkat ketiga. Sementara posisi keempat diraih Wayan dan Dani.

Kemudian pada kategori Tunggal Putra, Alfi berhasil menjadi juara pertama. Posisi kedua ditempati Madi, Fauzan peringkat ketiga dan disusul Saleh.

Sementara itu, pada kategori Ganda Kelas B, pasangan Ihsan dan Parjo tampil sebagai juara pertama. Posisi kedua diraih Irwan dan Iwan, sedangkan peringkat ketiga ditempati Aban dan Sulaiman.

Ketua Pelaksana turnamen, Humaidi yang akrab disapa Bang May, mengatakan kegiatan tersebut rutin digelar setiap tahun untuk memeriahkan HUT Kemerdekaan RI sekaligus mempererat hubungan antaranggota PB Al-Wafa.

Menurutnya, turnamen tidak semata-mata ditujukan untuk mengejar prestasi, tetapi lebih mengutamakan kebersamaan dan silaturahmi antaranggota.

“Kalah menang itu biasa, yang penting keakraban terjalin. Karena pesertanya merupakan anggota yang memiliki kesibukan masing-masing, pelaksanaan turnamen berlangsung sekitar satu bulan lebih,” ujar Bang May.

Ia menjelaskan, sistem undian menjadi salah satu daya tarik tersendiri dalam turnamen. Para peserta tidak diperbolehkan memilih pasangan sendiri karena seluruh pasangan ditentukan secara acak.

“Dari 64 orang kita undi menjadi 32 pasangan. Jadi siapa yang mendapatkan pasangan terbaik tentu menjadi keuntungan tersendiri. Namun tujuan utama kami bukan mengejar juara, melainkan menjalin silaturahmi antaranggota,” katanya.

Menurut Bang May, sistem tersebut juga membuat pertandingan semakin menarik karena peserta dari berbagai kelompok usia dapat dipasangkan. Pemain muda tidak jarang mendapat pasangan pemain yang lebih senior.

Selain menjadi ajang internal anggota, PB Al-Wafa juga membuka kesempatan bagi masyarakat yang ingin bergabung dan menjadi bagian dari klub tersebut.

“Kedepan semoga yang telah juara bisa membawa nama baik PB ke tingkat yang lebih tinggi,” pungkasnya.

Para pemenang turnamen mendapatkan penghargaan berupa medali, trofi, piagam, serta uang pembinaan.

(Ih/Ang)