Program Permata Bunda Batola Bantu Turunkan Angka Stunting

Program Permata Bunda Batola

JURNALKALIMANTAN.COM, BARITO KUALA – Bupati Barito Kuala (Batola) Hj. Noormiliyani A.S. meresmikan Program Permata Bunda (Pemberian Makanan Tambahan bagi Ibu Hamil dan Anak Balita) menuju Batola Setara, Bebas Angka Kematian Ibu dan Bayi, dan Stunting, yang ditandai pemukulan gong dan pemotongan nasi tumpeng.

Dalam kegiatan ini juga diadakan pemberian makanan tambahan, pemberian paket belajar balita, paket persiapan persalinan, selimut, handuk dan jajanan sehat, paket sembako dan alat belajar, serta paket Bina Keluarga Balita (BKB) yang berasal dari PKK, Darma Wanita Persatuan, Dinas Kesehatan, Perhimpunan Dokter Gigi Indonesia Batola, Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, yang diserahkan secara simbolis oleh Bupati Noormiliyani, didampingi pihak pemberi bantuan, Senin (28/06/2021).

Advertisement

Noormiliyani menyatakan, program Permata Bunda merupakan salah satu program prioritas Pemkab Batola berupa pemberian makanan kepada balita yang mempunyai gizi buruk, gizi kurang, dan ibu hamil kurang energi kronis, serta ibu hamil dan balita dari keluarga tidak mampu, dalam rangka memulihkan kondisi status gizi balita dan ibu hamil menjadi gizi baik.

Program Permata Bunda akan dilaksanakan berkelanjutan dalam rangka percepatan penurunan stunting hingga 14% di tahun 2024 (sesuai target nasional). Sedangkan posisi angka stunting Batola hingga saat ini masih berada pada angka 14,62%.

“Pemkab Batola telah menerbitkan Peraturan Bupati Barito Kuala Nomor 96 Tahun 2020 tentang Pedoman Pelaksanaan Program Pemberian Makanan Tambahan Ibu Hamil dan Anak Balita,” kata Noormiliyani.

Mantan Ketua DPRD Provinsi Kalsel ini menyatakan, program Permata Bunda merupakan program kolaborasi dengan dana yang bersumber dari APBD Batola, APBD kelurahan/desa, APBD Provinsi Kalsel, APBN melalui Program Bantuan Operasional Kesehatan (BOK), Puskesmas, dan dana sosial dari sejumlah perusahaan.

Sedangkan sasarannya, sebut bupati, tahun ini ditarget menyasar 9.096 jiwa, terdiri dari 5.201 ibu hamil dan 3.895 balita.

Sementara makanan tambahan yang diberikan berupa makan siang dengan makanan lengkap siap makan (bukan siap saji), menu seimbang yang dibuat dari bahan makanan lokal yang disesuaikan dengan kebutuhan gizi dari ibu dan balita yang menjadi target dari program. Sedangkan pelaksanaannya akan dilakukan petugas gizi, bidan, kader posyandu, PKK desa/kelurahan, dan kader PKK, yang digelar minimal 90 hari berturut-turut atau sampai dengan adanya perubahan status gizi balita dan ibu hamil menjadi baik.

Istri mantan Bupati Batola dua periode H. Hasanuddin Murad ini menyatakan, pemerintah berusaha secara serius dalam penanganan masalah gizi kurang dan stunting. Bukan hanya mengintervensi secara spesifik tetapi juga intervensi dalam hal gizi sensitif.

Untuk gizi spesifik, terang perempuan yang 10 tahun menjabat Ketua TP PKK Batola ini, dilaksanakan oleh sektor kesehatan. Sedangkan gizi sensitif dilakukan sektor nonkesehatan, seperti penyediaan air bersih, ketahanan pangan, jaminan kesehatan, pengentasan kemiskinan, kepemilikan dokumen kependudukan yang erat kaitannya dengan program yang pernah diluncurkan pada tahun 2015, yaitu Program Ibu Bersalin Terdata dan Pulang Membawa Akta (Bulin Tertawa) ketika bupatinya dijabat sang suami.

Agar program Permata Bunda bisa lebih sempurna, Noormiliyani meminta dikolaborasikan dengan program Bulin Tertawa, yang di dalamnya terdapat program pemenuhan Kartu Identitas Anak (KIA), sehingga untuk yang melahirkan ibunya didata sedangkan anaknya akan memiliki KIA dari umur 0–16 tahun 11 bulan.

“Saya berharap pak Sekda dan Kadinkes bisa mengkolaborasikan ini sekaligus menjadi program inovasi yang manfaatnya bukan saja mampu mengeliminir kasus kematian bayi dan ibu saat dan pascamelahirkan, namun juga mendapat penanganan tenaga kesehatan agar pemberian ASI eksklusif terhadap bayinya bisa dilakukan,” paparnya

(Alibana/AhmadMT)

Advertisement